
batampos – PT Kimia Farma Diagnostika angkat bicara terkait unggahan yang ramai beredar di media sosial mengenai pelayanan di salah satu Klinik Kimia Farma di Kota Batam. Sebelumnya, viral sebuah video yang memperlihatkan dugaan penolakan pasien anak di Klinik Kimia Farma Kecematan Sekupang, Kota Batam.
Dalam video tersebut, orang tua pasien mengaku anaknya yang mengalami muntah-muntah tidak mendapatkan penanganan sebagaimana mestinya sehingga memicu perhatian publik dan berbagai tanggapan masyarakat.
Menanggapi hal itu, perusahaan memastikan telah melakukan komunikasi langsung dengan keluarga pasien guna mendengarkan kronologi kejadian sekaligus menerima berbagai masukan terkait pelayanan yang dikeluhkan.
Corporate Communication PT Kimia Farma Diagnostika, Anisa Husnu, mengatakan perusahaan saat ini tengah melakukan investigasi internal secara menyeluruh untuk memperoleh pemahaman yang utuh dan objektif terhadap peristiwa tersebut.
“Perusahaan telah melakukan komunikasi serta pertemuan dengan keluarga pasien guna mendengarkan kronologi dan masukan secara langsung terkait kejadian tersebut,” kata Anisa dalam siaran pers resmi PT Kimia Farma Diagnostika, Minggu (25/5).
Menurut dia, proses investigasi dilakukan dengan tetap mengedepankan prinsip keselamatan pasien (patient safety) serta standar pelayanan yang berlaku di lingkungan perusahaan.
Langkah tersebut dilakukan agar perusahaan dapat memperoleh kesimpulan dan penilaian yang objektif berdasarkan fakta di lapangan.
“Saat ini, perusahaan tengah melakukan investigasi internal secara menyeluruh untuk memperoleh pemahaman yang utuh dan objektif atas fakta yang terjadi,” ujarnya.
Anisa menegaskan, PT Kimia Farma Diagnostika berkomitmen menjaga kualitas pelayanan kesehatan yang profesional, humanis, dan berorientasi pada keselamatan pasien.
Karena itu, setiap masukan maupun kritik dari masyarakat disebut menjadi perhatian penting perusahaan dalam melakukan evaluasi dan perbaikan pelayanan ke depan.
“Perusahaan berkomitmen untuk terus menjaga kualitas pelayanan kesehatan yang profesional, humanis, dan berorientasi pada keselamatan pasien,” katanya.
Ia menambahkan, perusahaan juga memastikan akan terus melakukan pembenahan agar kualitas layanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.
“Setiap masukan dari masyarakat menjadi perhatian penting bagi perusahaan dalam melakukan perbaikan dan memastikan pelayanan kesehatan berjalan optimal secara berkelanjutan,” tutur Anisa. (*)



