Selasa, 27 Januari 2026

Kinerja Kepelabuhanan Moncer, BP Batam Raup Rp468,4 Miliar

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Pelabuhan Batuampar.

batampos – BP Batam mencatatkan kinerja impresif sepanjang 2025, khususnya di sektor kepelabuhanan sebagai motor penggerak utama ekonomi daerah. Realisasi penerimaan Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan mencapai Rp468,4 miliar, melampaui target Rp401,8 miliar atau setara 117 persen.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan, bahwa capaian tersebut menjadi indikator penting meningkatnya kepercayaan pelaku usaha terhadap iklim investasi Batam.

“Pelabuhan merupakan wajah utama konektivitas dan logistik Batam. Kinerja kepelabuhanan yang tumbuh positif menjadi sinyal kuat bahwa Batam semakin siap sebagai tujuan investasi, baik di sektor industri, logistik, maupun perdagangan internasional,” ujar Amsakar dalam keterangan resminya, Kamis (22/1).

Dari sisi operasional, arus peti kemas sepanjang 2025 tercatat mencapai 797.087 TEUs atau tumbuh sekitar 18 persen dibandingkan 2024. Terminal Peti Kemas Batu Ampar menjadi penopang utama dengan volume 522.941 TEUs, berkontribusi sekitar 66 persen dari total arus peti kemas Batam. Volume di terminal tersebut meningkat 24 persen secara tahunan, memperkuat posisinya sebagai hub logistik regional dan internasional.

Pertumbuhan juga terlihat pada arus general kargo yang mencapai 11,77 juta ton atau naik 13 persen, seiring meningkatnya aktivitas industri dan perdagangan.

Baca Juga: Kapal Terbakar di Kawasan PT ASL, Sudah 5 Tahun Tidak Beroperasi

Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menyebut, pertumbuhan dua digit itu tidak terlepas dari pembenahan tata kelola dan peningkatan kualitas layanan pelabuhan yang dilakukan secara konsisten.

“BP Batam terus mendorong efisiensi, kepastian layanan, dan kolaborasi dengan mitra usaha. Pelabuhan yang andal dan efisien adalah kunci untuk menurunkan biaya logistik dan meningkatkan daya tarik investasi,” katanya.

Sepanjang Januari-Desember 2025, aktivitas kepelabuhanan juga tercermin dari 109.174 kunjungan kapal barang dan penumpang, tumbuh 11 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Total Gross Tonnage (GT) mencapai 73,18 juta GT atau meningkat 15 persen secara tahunan, mencerminkan intensitas pelayaran yang semakin tinggi di perairan Batam.

Dari sisi mobilitas orang, pelabuhan di Batam melayani 9,37 juta penumpang domestik dan internasional sepanjang 2025, naik sekitar 8 persen. Peningkatan terbesar terjadi di Terminal Ferry Internasional dengan total 5,3 juta penumpang datang dan berangkat atau tumbuh 10 persen.

Menariknya, dari sisi trayek, rute Malaysia mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 32 persen, melampaui rute Singapura yang tumbuh 5 persen meski secara jumlah penumpang masih mendominasi. Tren ini memperkuat posisi Batam sebagai simpul pergerakan lintas negara di kawasan perbatasan Indonesia.

Direktur Pengelolaan Kepelabuhanan BP Batam, Benny Syahroni, mengatakam, capaian 2025 menjadi fondasi untuk transformasi layanan yang lebih modern dan terintegrasi.

“Capaian tahun 2025 menjadi dasar bagi kami untuk terus mendorong transformasi layanan kepelabuhanan yang modern, terintegrasi, dan berorientasi pada kebutuhan investor serta pelaku usaha,” ujarnya. (*)

ReporterArjuna

Update