Senin, 26 Januari 2026

Kios Liar di Lokasi Pelebaran Jalan di Batuaji mulai Dibongkar

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Kios yang ada di lokasi pelebaran jalan mulai dibongkar. f.eusebius sara

batampos— Deretan kios dan bangunan liar yang sebelumnya berdiri di atas row jalan Simpang Puteri Hijau menuju Batuaji, akhirnya dibersihkan oleh tim terpadu Kota Batam, Kamis (9/5).

Penertiban ini menjadi langkah awal untuk mempercepat kelancaran proyek pelebaran Jalan R. Suprapto yang sudah lama direncanakan Pemerintah Kota Batam.

Pasca-penertiban, kawasan tersebut kini terlihat lebih terang dan terbuka. Alat berat mulai bekerja melakukan pengerukan dan perataan di area yang akan diperluas.

Aktivitas proyek sudah mulai tampak di lapangan, menandai dimulainya tahap pengerjaan konstruksi.

BACA JUGA: Hadapi Lonjakan Pemudik, Bandara Hang Nadim Tambah Kios Check In

“Iya, kemarin digusur. Ya untuk pelebaran jalan itu. Ini kami mau angkut semua barang yang bisa dibawa,” ujar Rido, salah seorang warga yang sebelumnya menempati lahan row jalan tersebut. Ia mengaku telah mengetahui rencana penggusuran ini sebelumnya.

Sebelum pelaksanaan, tim terpadu telah melakukan sosialisasi dan pemberitahuan kepada para penghuni bangunan liar. Penertiban dilakukan secara persuasif dengan alasan untuk kepentingan umum, sehingga masyarakat diminta untuk tidak menolak kebijakan tersebut.

Kasatpol PP Kota Batam, Imam Tohari, menegaskan bahwa penertiban ini dilakukan sesuai aturan yang berlaku. “Jika ada bangunan yang menghalangi jalannya proyek, maka akan ditindak secara tegas. Ini demi kelancaran pembangunan,” katanya.

Pemerintah Kota Batam juga kembali mengingatkan warga untuk tidak mendirikan bangunan liar di atas lahan fasilitas umum.

Sebagaimana diketahui, proyek pelebaran Jalan R. Suprapto merupakan bagian dari program strategis Kota Batam dalam menata infrastruktur jalan. Jalan yang semula dua lajur akan diperluas menjadi lima lajur sepanjang dua kilometer, dengan masa kontrak pengerjaan 210 hari kalender.

Proyek ini sempat terhambat oleh keberadaan bangunan liar, serta instalasi kabel dan pipa bawah tanah milik berbagai perusahaan. Hal ini menuntut koordinasi teknis agar proses pembongkaran tidak merusak jaringan infrastruktur penting.

Masyarakat di wilayah Batuaji dan Sagulung menyambut baik kehadiran proyek ini. Selain memperindah wajah kota, pelebaran jalan diharapkan bisa mengurangi kemacetan lalu lintas yang selama ini menjadi keluhan utama warga.

Proyek pelebaran Jalan R. Suprapto telah dikerjakan sejak tahun 2022 secara bertahap. Menurut Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Suhar, saat ini fokus pembangunan difokuskan pada ruas Simpang Puteri Hijau menuju Simpang Basecamp, dan akan berlanjut hingga ke Tanjung Uncang. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Update