Minggu, 15 Februari 2026

Kisah ABK KM Bahagia Natuna yang Dibuang di Perairan Laut Cina Selatan

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Anak Buah Kapal (ABK) KM. Bahagia Natuna, Raden Bambang Firman Alamsyah (tengah) saat menceritakan dirinya yang dibuang di perairan Laut Cina Selatan. Foto: Azis Maulana/Batam Pos

batampos – Anak Buah Kapal (ABK) KM. Bahagia Natuna, Raden Bambang Firman Alamsyah, mengaku sempat merasa seperti dihipnotis sebelum berpindah ke kapal yang diawaki ABK asal Thailand.

Iman panggilannya, hanya mengingat bahwa sebelum berpindah kapal, ia sempat tertidur pada, Jumat (6/1/2023) saat kapal yang ditumpanginya tengah lego jangkar pada 35 000 U – 109 55 000 T perairan Natuna.

Iman juga menuturkan bahwa pada saat bersamaan, seluruh kru kapal baru saja melakukan tebar jaring untuk menangkap ikan.


Baca Juga: Seorang Wanita Ditemukan Tewas Gantung Diri di Teluk Bakau

“Setelah selesai seluruh kru kapal tertidur sembari menunggu hasil tangkapan. Saat itu saya sendiri yang tiba-tiba terbangun. Saat saya masih belum sadar karena baru terbangun, saya sempat melihat ada kapal lain merapat ke kapal kami,” jelasnya saat ditemui di Pelabuhan Domestik Harbour Bay, Sabtu (21/1/2023) sore.

Sehari setelah peristiwa itu, Iman yang bekerja sebagai juru masak di KM Bahagia Natuna, menyadari bahwa dia telah berada di kapal lain.

Hal ini disadarinya berdasarkan bahasa yang digunakan oleh seluruh kru kapal, yang dianggap sama seperti bahasa Thailand atau Vietnam.

Saat berada di atas kapal asing ini, beberapa kru kapal melakukan interogasi, yang dibarengi dengan kekerasan.

Baca Juga: BP Batam Berikan Tiga Solusi Masalah Suplai Air Bersih

“Saya bisa sedikit bahasa Inggris, tapi tidak lancar. Karena sulit komunikasi, saat ditanyai saya sempat dipukul dua kali di bagian wajah,” ungkapnya.

Setelah diinterogasi dan sempat mendapat pukulan, beberapa kru kapal asing ini melilitkan jaring sembari memasang pelampung berbentuk kapsul, dan kru kapal tersebut menyita handphone miliknya.

Kemudian, para kru kapal asing ini membuang tubuh Iman pada saat melintasi perairan Laut Cina Selatan.

Iman mengaku dirinya sempat terapung selama dua hari hanya bermodalkan dua pelampung berbentuk kapsul, hingga akhirnya salah satu pelampung meledak.

“Saya dibuang tanpa ada dibekali makan atau minum. Saya dibalut jaring dan tidak tenggelam selama dua hari karena pelampung,” ujarnya.

Baca Juga: Ribuan Wisman Rayakan Imlek di Batam

Beruntung setelah pelampung ini meledak, Iman melihat kayu berukuran besar yang melintas di hadapannya.

Dengan bermodalkan kayu ini, Iman tetap mencoba bertahan hidup hingga Rabu (11/1/2023), ia melihat adanya kapal yang melintas.

Iman menjelaskan, hanya mengingat bahwa ia sempat melambai ke arah kapal hingga akhirnya tidak sadarkan diri selama dua hari.

“Saat saya sadar saya sudah di kapal mereka. Yang saya tahu mereka nelayan Vietnam, karena saya ditolong dan diselamatkan mereka hingga dibawa ke negaranya. Untuk itu saya sangat berterima kasih kepada mereka dan Vietnam. Saya berhutang nyawa pada mereka,” tegasnya.(*)

Reporter: Azis Maulana

Update