Minggu, 1 Maret 2026

Kisah UMKM Opak Cabai Batam Tembus Ritel Modern Alfamart, Jual 400 Bungkus per Pekan

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Sulawi, pelaku UMKM di Batuaji yang produknya sukses menembus gerai ritel modern. F. Istimewa untuk Batam Pos.

batampos – Produk UMKM asal Batuaji, Batam, berhasil menembus pasar ritel modern setelah melalui proses kurasi dan seleksi ketat. Opak cabai produksi Sulawi kini dipasarkan di sejumlah gerai ritel modern Alfamart di Kota Batam.

Sulawi mengungkapkan usaha opak cabai yang dirintisnya sudah berjalan sejak 1983. Awalnya, ia menjajakan dagangannya dari warung ke warung menggunakan sepeda motor, bahkan menyasar wisatawan asal Singapura dan Malaysia.

“Penjualan waktu itu cukup lancar meski hasilnya tidak terlalu besar. Saya juga sempat mendapat tentangan saat menjalankan usaha ini,” ujar Sulawi dalam keterangan tertulis, akhir pekan ini.

Meski menghadapi berbagai tantangan, ia tetap konsisten mengembangkan usahanya. Kesempatan besar datang pada 2022 saat produknya mengikuti sesi kurasi produk lokal oleh jaringan ritel modern nasional.

Menurut Sulawi, proses seleksi produk UMKM untuk bisa masuk ke ritel modern tergolong ketat. Pelaku usaha diwajibkan memiliki izin usaha, sertifikasi keamanan pangan, hingga kelengkapan administrasi lainnya.

“Yang bisa lolos itu opak kami. Memang seleksinya ketat. Harus ada izin usaha, BPOM, dan lainnya. Alhamdulillah bisa memenuhi persyaratan,” katanya.

Kini, opak cabai buatannya telah dipasarkan di berbagai gerai ritel modern di Batam. Dalam sepekan, penjualan produk tersebut mencapai 200 hingga 400 bungkus.

Sulawi menegaskan bahan baku opak cabai yang digunakan merupakan resep turun-temurun keluarga sehingga kualitas dan cita rasanya tetap terjaga.

“Produk kami menggunakan resep keluarga, jadi kualitas dan rasanya konsisten,” ujarnya.

Ia menilai keberhasilan menembus ritel modern menjadi kebanggaan tersendiri karena membuka peluang pasar lebih luas dan meningkatkan daya saing produk lokal.

Sementara itu, Corporate Communications Alfamart, Rani Wijaya, mengatakan pihaknya terbuka bagi produk makanan ringan lokal untuk dipasarkan di gerai-gerai tertentu sesuai wilayah distribusi.

Pada 2026, lanjutnya, perusahaan menyiapkan ribuan toko dengan rak khusus untuk produk lokal khas daerah.

“Kami melihat potensi produk tersebut bisa diterima masyarakat dan banyak dibeli. Kami tentu senang bisa memfasilitasi UMKM lokal agar berkembang lebih besar,” kata Rani.

Keberhasilan UMKM Opak Cabai Batuaji ini menjadi contoh bagaimana pelaku usaha kecil dapat naik kelas dengan memenuhi standar ritel modern dan menjaga kualitas produk secara konsisten. (*/adv)

SALAM RAMADAN