Selasa, 7 April 2026

Kloter 3 Embarkasi Batam Diberangkatkan, Satu JCH Asal Pinang Tunda Keberangkatan

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Jemaah Calon Haji kloter tiga Embarkasi Batam saat meninggalkan Asrama Haji Batam, menuju Bandara Hang Nadim Batam untuk melakukan keberangkatan melaksanakan ibadah haji, Kamis (25/5). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Batam memberangkatkan Jamaah Calon Haji (JCH) yang tergabung dalam kloter 3 yang berasal dari Provinsi Kepulauan Riau, di Asrama Haji Batam, Kamis (25/4).

Jumlah rombongan pada JCH Kloter 3 Embarkasi Batam merupakan jamaah yang berasal dari Provinsi Kepulauan Riau, berjumlah 373 Orang.

Berdasarkan data dari PPIH Embarkasi Batam, terdapat seorang JCH yang tunda berangkat ke Tanah Suci pada kloter ini, yakni Syamsul Bahri asal Kota Tanjungpinang karena sakit.

“Pada kloter 3 ini terdapat satu JCH yang tunda berangkat ke Tanah Suci, asal Kota Tanjungpinang karena sakit,” kata Wakil Ketua III PPIH Embarkasi Hang Nadim Batam Abu Sufyan.

Baca Juga: Musim Haji Dimulai, BIB Layani 25 Penerbangan dan 11.926 Jamaah

Ia menyampaikan saat ini calon haji yang bersangkutan sedang dirujuk di Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam.

“Kalau dalam waktu dekat jamaah tersebut sehat dan sudah layak terbang, nanti bakal ikut kloter selanjutnya,” kata dia.

Lebih lanjut ia menyampaikan pada kloter 3 tersebut terdiri dari JCH asal Kota Batam sebanyak 87 orang, Kabupaten Bintan 68 orang, Kota Tanjungpinang 212 orang, dan petugas kloter 5 orang.

Berdasarkan jadwal, kloter 3 Embarkasi Hang Nadim Batam diberangkatkan Kamis (25/5) pukul 11.20 WIB dan tiba di Madinah pada pukul 17.35 Waktu Arab Saudi (WAS).

Kata Abu, calon haji tertua pada kloter tersebut berusia 86 tahun berasal dari Kota Batam dan calon haji termuda berusia 23 tahun berasal dari Kabupaten Bintan.

Baca Juga: Warga Tanjunguncang Kesal, Jalan Tak Kunjung Diperbaiki

“Sampai saat ini sudah 2 kloter yang berangkat ke Madinah dengan jumlah jamaah 741 orang,” ujar dia.

Ia menambahkan, saat ini terdapat enam JCH yang masih dalam perawatan karena sakit. Keputusan pemberangkatan JCH bisa kembali dilaksanakan, usai mendapatkan persetujuan dari pihak medis.

“Masih dalam pemantauan. Kami berharap kondisi JCH membaik, sehingga JCH bisa berangkat ke tanah suci, dan menjalankan ibadah haji yang sudah lama mereka tunggu,” tutupnya. (*)

 

Reporter: YULITAVIA

UPDATE