Rabu, 14 Januari 2026

Koleksi Serangga Awetan di Rumah

spot_img

Berita Terkait

spot_img

batampos – Di dunia, baru satu juta spesies serangga yang teridentifikasi. Sebanyak 4–5 juta sisanya belum terungkap. Well, serangga memang organisme yang keberadaannya sangat melimpah dan bisa hidup di mana aja. Salman Febyansyah punya hobi menarik, yakni mengoleksi berbagai jenis serangga atau biasa disebut dengan insektarium. Hobi satu ini cocok banget buat kamu si pencinta alam.

’’Tahun lalu, aku lagi iseng scroll galeri buat hapus foto karena memori penuh. Aku melihat salah satu foto serangga yang pernah aku awetkan dengan cairan resin saat SMA. Akhirnya, aku bikin insektarium lagi dengan menggunakan gel hand sanitizer. Ternyata
seru juga dan banyak yang tertarik melihat video proses pembuatannya yang aku upload di TikTok. Sejak itu, insektarium jadi hobi baruku,’’ tutur cowok asal Jombang itu.

Starter Pack
  • Jaring
  • Lem Pinset
  • Botol Kaca
  • Suntikan
  • Masker
  • Sarung Tangan Medis
  • Alkohol
  • Gel hand sanitizer yang mengandung etanol
  • Pigura

Insektarium bisa menjadi hobi koleksi yang menarik dan bermanfaat, lho. Selain memperluas pengetahuan tentang alam dan siklus kehidupan, mengoleksi serangga bisa menenangkan pikiran dan menjaga kesehatan. Kamu pun masih bisa melihat serangga tertentu yang sudah punah di masa depan. Jenis serangga yang dikoleksi beragam seperti semut, kecoak, capung, lalat, kupu-kupu, lebah, belalang, dan kumbang.

Foto-foto : Salman Febyansyah Untuk Zetizen

Ada dua metode yang bisa kamu aplikasikan untuk mengawetkan serangga. Untuk pengawetan basah, suntikkan cairan alkohol di seluruh tubuh badan serangga, terutama
bagian abdomen/perut. Jika serangganya nggak memungkinkan untuk disuntik, skip aja tahap ini. Rendam serangga yang sudah disuntik ke botol berisi cairan alkohol minimal sehari. Lalu, pindahkan serangga ke botol pengawetan dan masukkan gel hand sanitizer sampai penuh. Jangan lupa tutup botol dengan rapat biar gel hand sanitizer nggak menguap.

Nah, kalau pengawetan kering, biasanya lebih cocok untuk serangga bersayap. Caranya, masukkan serangga yang sudah mengering ke dalam wadah berisi tisu yang dibasahi air selama semalaman.

Lalu, lakukan proses pinning dengan mengatur posisi serta membentangkan kaki dan sayap serangga menggunakan pin. Suntikkan cairan alkohol di seluruh tubuh serangga, kemudian keringkan dalam oven khusus selama 3–7 hari dengan suhu 35–40 derajat. Voila! Tinggal pajang serangga di pigura.

Foto-foto : Salman Febyansyah Untuk Zetizen

’’Biar pengawetan yang kering terhindar dari semut, letakkan kapur barus di dalam pigura. Kalau pengawetan basah, kita perlu mengganti cairan alkohol dan gel hand sanitizer apabila warnanya sudah berubah dan berbau menyengat. Kesulitannya itu saat proses pencarian serangga yang sudah mati alami.

Meski begitu, hasilnya akan lebih bagus daripada serangga yang ditangkap dengan sengaja,’’ tandas Salman. Gimana, tertarik jadi kolektor serangga? (arm/c12/lai)

 

“Mengawetkan Serangga, Untuk Apa Sih?”

Reporter: VANY ALIFFIA
Editor : AGNES DHAMAYANTI

Serangga adalah hewan yang menarik. Ada banyak orang yang suka mengoleksi dengan cara mengawetkan serangga. Pengawetan ini biasanya dilakukan untuk identifikasi ilmiah atau memang sebagai hobi. Pengawetan serangga biasanya dilakukan tidak ada tujuannya. Namun, sebenanya ada tujuan lainnya lho! Apa aja sih tujuan koleksi serangga? Yuk Simak! (*)

F. Dokumentasi Pribadi

Destyvana Eka Murti
Akademi Kesejahteraan Sosial Yogyakarta
@d.devanaa
Tidak jarang pula kita melihat pengawetan serangga itu dilakukan untuk kebutuhan koleksi, baik itu koleksi sebuah museum atau koleksi masing-masing pribadi untuk hiasan
semata. Selain itu bisa digunakan sebagai arsip dan bukti-bukti kekayaan hayari, selain dikoleksi pengawetan jenis serangga dilakukan sebagai arsif serta bukti keanekaragaman hayati yang ada di negara kita. Proses pengawetan ini bisa digunakan kemudian hari apabila telah terjadi kepunahan. So, jika dilakukan pengawetan yang baik maka fisik serangga tidak akan mengalami pembusukan maupun kerusakan. (*)

F. Dokumentasi Pribadi

Lidia Stella
SMK N 7 Batam
@lidiastlla
Mengawetkan serangga tentunya bisa menjadi hobi kita ketika merasa bosan, kalian bisa mengeksperimen kegiatan ini. Tujuannya tentu bisa untuk keperluan belajar atau pendidikan, jadi terkadang kita menjumpai pengawetan serangga dalam dunia pendidikan yang bertujuan sebagai pembelajaran langsung untuk memahami dan mengamati bentuk, ciri-ciri secara detail. Dengan cara kita mengawetkan serangga, maka akan semakin memudahkan kita untuk mempelajari bentuk fisiknya. (*)

F. Dokumentasi Pribadi

Muhammad Eka Syafhan
Politeknik Negeri Batam
@eka_syafhan
Tentunya sangat menarik. Apalagi ada tujuannya juga lho… yang dimana hobi ini untuk kebutuhan peneliti yang biasanya serangga diawetkan untuk diteliti seputar ciri-ciri, bagaimana cara hewan itu beradaptasi baik secara morfologi dan juga fisiologi. Namun, apakah dengan penangkapan serangga untuk diawetkan akan merusah ekosistem? Jawabannya adalah tidak sepenuhnya benar. Dilihat dulu tujuan dari kegiatan ini. Karena jika tujuannya sebagai pembelajaran, jadi penangkapannya pun hanya sekedar saja tidak sampai mengganggu ekosistem. Kecuali ditangkap secara berlebihan, yang biasanya dilakukan penjual hiasan dinding dan tidak mempertimbangakan keadaan habitatnya, itu baru menyebabkan terganggunya ekosistem. (*)

Update