
batampos — Aksi pencurian fasilitas lampu lalu lintas di Batam kembali terulang. Kali ini, boks kontrol di Simpang Kara dibobol pelaku, Jumat malam, membuat sistem pengatur lalu lintas di lokasi tersebut terganggu.
Kasus ini memperpanjang daftar perusakan infrastruktur jalan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir di sejumlah titik strategis Kota Batam.
Dari informasi yang dihimpun, pelaku diduga membongkar paksa boks kontrol dengan cara dicungkil. Sejumlah komponen penting di dalamnya, termasuk kabel dan perangkat pengendali, dilaporkan hilang.
Baca Juga: Pantau Pasar di Batam, Satgas Pangan Pastikan Stok dan Harga Sembako Aman Pasca Lebaran
Akibatnya, lampu lalu lintas di simpang tersebut tidak berfungsi normal dan berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Batam, Faisal Novrieco, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut pola aksi pelaku masih sama seperti kasus sebelumnya.
“Boks dibongkar, lalu komponen penting diambil. Ini sangat merugikan dan membahayakan keselamatan pengguna jalan,” ujarnya.
Menurut Faisal, pelaku diduga bukan orang sembarangan karena memahami sistem kerja lampu lalu lintas dan mengetahui bagian yang memiliki nilai jual tinggi.
“Yang diambil itu kabel tembaga dan modul controller. Memang punya nilai ekonomis,” tambahnya.
Sebelumnya, dalam satu malam, pencurian serupa juga terjadi di sejumlah simpang vital seperti Simpang Calista, Simpang KDA, kawasan Masjid Agung Batam Center, hingga flyover Simpang Jam.
Dampaknya langsung terasa. Sejumlah lampu lalu lintas mati total atau hanya berkedip tanpa kendali, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan, terutama di persimpangan padat.
Baca Juga: Konflik Timur Tengah Bayangi Kinerja Ekonomi Batam
Dishub Batam kini melakukan perbaikan darurat di titik-titik terdampak. Koordinasi dengan aparat kepolisian juga dilakukan untuk mengungkap pelaku.
“Kami akan laporkan secara resmi agar bisa ditindaklanjuti,” tegas Faisal.
Ia juga mengajak masyarakat ikut menjaga fasilitas publik dan segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan.
“Ini fasilitas bersama. Perlu kepedulian kita semua,” tutupnya. (*)



