Sabtu, 14 Maret 2026

Komunitas Sabang Merauke – Bersama Belajar Ari Toleransi

spot_img

Berita Terkait

spot_img

batampos – Bersatu. Sebagaimana semboyan bangsa Bhinneka Tunggal Ika. Sebagai gen Z, sudah pasti dong untuk saling menghargai dan memelihara toleransi. Termasuk mendengarkan dan menerima pendapat yang berbeda. Nah, komunitas Sabang Merauke mengajak generasi muda untuk lebih meningkatkan sikap toleransi dan memecahkan prasangka antar perbedaan.

Komunitas yang didirikan tujuh pemuda Indonesia itu ada sejak 2012. Nama Sabang Merauke diambil dari pulau paling barat dan timur Indonesia. Sekaligus akronim dari ’’Seribu Anak Bangsa Merantau untuk Kembali’’. Sabang Merauke bercita-cita mewujudkan Indonesia yang lebih damai dan toleran dengan membawa tiga nilai utama. Yakni, toleransi, cinta Indonesia, dan pendidikan.

Foto-Foto: Komunitas Sabang Merauke untuk Zetizen – Menteri Keuangan, Sri Mulyani, turut memberikan materi dalam program intensif bersama Kemenkeu. Foto atas; Komunitas Sabang Merauke juga selalu melakukan doa multiagama sebelum memulai acara.

Pertukaran pelajar menjadi program utama yang mempertemukan anak muda satu sama lain agar saling kenal dan berinteraksi. Program itu dikhususkan untuk siswa SMP di seluruh Indonesia. Dalam satu angkatan, biasanya terdapat 20 anak dari latar belakang berbeda yang diseleksi untuk mengikuti program Homestay. Mereka akan tinggal bersama keluarga angkat dari berbagai etnis dan agama selama kurang lebih tiga minggu saat liburan sekolah.

Sebelum pandemi, Sabang Merauke rutin melaksanakan berbagai program secara offline. Salah satunya, program Temu Toleran berbentuk talk show yang membahas perayaan agama dari berbagai sudut pandang.

’’Sabang Merauke juga punya kegiatan workshop Diversity Talk yang memperbincangkan isu-isu inklusif seperti membahas bagaimana teman-teman tuli mengakses pekerjaan. Tujuannya adalah agar kita bisa berempati kepada orang-orang penyandang disabilitas. Jadi, keberagaman itu tidak hanya terbatas pada agama,’’ tutur Wildan Mahendra Ramadhani, program director Sabang Merauke.

Foto-Foto: Komunitas Sabang Merauke untuk Zetizen

Saat pandemi, komunitas itu mengalihkan semua kegiatan secara online yang sasarannya siswa SMP, SMA, hingga publik. Misalnya, kelas intensif yang bertujuan meningkatkan kemampuan berpikir dan berempati serta program bersama pegawai Kemenkeu. Meski sempat ragu untuk menjalankan kegiatan secara online, Sabang Merauke tetap berusaha menjangkau dan menyatukan anak muda dari seluruh daerah yang kondisi geografis dan kekuatan sinyalnya berbeda.

’’Yang menjadi tantangan di sini, kami bekerja secara relawan sehingga banyak orang yang datang dan pergi. Ada beberapa yang bisa berkomitmen dalam waktu lama, ada juga yang berkomitmen dalam waktu sebentar. Selain itu, banyak sekali yang mengikuti program Sabang Merauke sehingga kami sulit mengarahkan mereka dalam menyebarkan nilai-nilai Sabang Merauke,’’ lanjut Wildan.

Siapa pun bisa berkontribusi dalam kegiatan Sabang Merauke, baik sebagai peserta maupun relawan. Relawannya pun terbuka untuk umum dan berbagai latar belakang. Yang penting, kamu bisa berkomitmen dan tanggung jawab menyebarkan nilai toleransi. Untuk informasi lebih lanjut, kepoin aja Instagram Sabang Merauke. Yuk, bersama kita tingkatkan nilai toleransi! (kom/arm/c12/lai)

“Belajar Toleransi Ala Sabang Merauke”

Reporter: Vany Aliffia
Editor : Agnes Dhamayanti

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk belajar toleransi. Sebuah komunitas Sabang Merauke dilakukan untuk menanamkan nilai-nilai ke Indonesiaan. Toleransi tidak hanya diajarkan, melainkan harus dirasakan dengan memberikan pengalaman secara langsung, inilah yang diwujudkan oleh komunitas Sabang Merauke. Tetapi, bagaimana sih cara komunitas ini menanamkan toleransi kepada para pemuda ini? Yuk Simak! (*)

F. Dokumentasi Pribadi

Mardhotillah
Universitas Bina Dharma
@_mrdhotillah

Akhir-akhir ini Indonesia sedang diwarnai oleh berbagai isu seperti politik yang memicu perpecahan. Nah berbagai isu ini bisa memicu perpecahan karena kurangnya sikap toleransi. Toleransi ini salah satu cara kita menghargai dan menghormati satu dengan yang lainnya. Dalam menanggapi sikap toleransi Sabang Merauke hadir untuk melakukan program per­tukaran pelajar. Cara yang mereka lakukan adalah temu toleran dengan forum obrolan ringan yang membahas tentang refleksi sebuah perayaan hari besar keagaamaan dan kepercayaan masyarakat dengan menghadirkan narasumber. (*)

F. Dokumentasi Pribadi

Rizkiya Maisaroh
STAI Ibnu Sina Batam
@kiyaaameme

Program Sabang Merauke sangat bagus karena dapat mewujudkan negeri menjadi damai dan toleransi. Sabang Merauke pastinya akan mengajak anak-anak dari berbagai nusantara untuk merantau selama 3 minggu di Jakarta, serta tinggal beraktivitas bersama orang-orang disana yang berasal dari latar belakang yang sama. Sabang Merauke memiliki program pertukaran pelajar yang mengajak pelajar SMP dari berbagai penjuru untuk tinggal bersama keluarga yang berbeda agama , para peserta akan berinteraksi secara insetif dengan keluarga dan teman-teman baru dari beragam latar belakang. Selain itu merela juga terlibat dalam berbagai aktivitas positif seperti berkunjung kerumah ibadah, bermain bersama, berdiskusi dengan pemimpin publik. Dalam momen kegiatan ini para pemuda akan mendapatkan pengalaman merayakan keberagaman identitas sehingga membangkitkan rasa toleransi sesama masyarakat. (*)

F. Dokumentasi Pribadi

Arini Sava Attillah
UIN Raden Fatah
@arnsvaattllh

Menurutku, Sabang Merauke menanamkan sikap toleransi dengan memberikan arahan generasi muda tumbuh dengan mampu berpikir kritis agar dapat menerima sudut pandang yang berbeda, kemudian mampu mempromosikan toleransi dalam kegiatan lingkungan kalian atau di media sosial serta mampu memimpin dengan memper­timbangkan pandangan dalam memecahkan masalah. (*)

SALAM RAMADAN