
batampos– Sejumlah konsumen perumahan Central Batuaji mengeluhkan kondisi rumah mereka yang baru dibeli namun mengalami berbagai kerusakan, seperti retak pada tembok dan kebocoran atap. Mereka merasa tidak puas dengan penanganan dari pihak pengembang yang dianggap tidak memberikan solusi permanen.
Salah satu warga, Fred Manullang, yang tinggal di Blok B, mengungkapkan kekecewaannya karena meski telah sering melayangkan komplain, tanggapan dari pengembang masih belum memuaskan. Bahkan, upaya untuk menghubungi langsung pihak manajemen tertinggi, termasuk mengirim email ke CEO perusahaan, tidak mendapatkan respons yang diharapkan.
BACA JUGA: Warga Perum Central Hills Batam Tuntut Kejelasan Hibah Lahan untuk Masjid
“Kami sudah berkali-kali melaporkan masalah ini. Bahkan, kami kirim email langsung ke CEO, tapi tidak ditanggapi juga. Ini rumah baru, tapi kondisinya seperti ini. Kami benar-benar kecewa,” ujar Fred.
Keluhan serupa juga disampaikan oleh Riky Manurung, salah satu konsumen yang mengalami masalah serupa. Ia mengatakan bahwa pihak pengembang memang sudah melakukan beberapa kali perbaikan, terutama dalam hal menambal tembok retak dan memperbaiki atap bocor. Namun, hasilnya tidak bertahan lama karena kerusakan baru terus bermunculan.
“Penambalan yang mereka lakukan tidak menyelesaikan masalah. Saat satu retakan ditambal, yang lain muncul lagi. Sama halnya dengan atap yang bocor, sudah diperbaiki berkali-kali tapi tetap saja bocor. Kami ini mau solusi permanen, bukan sekadar perbaikan sementara,” tegas Riky.
Ia juga menambahkan bahwa belakangan ini beberapa warga mulai menolak perbaikan dari pengembang karena menganggap cara yang dilakukan hanya sementara. Mereka menginginkan perbaikan menyeluruh yang dapat mengatasi akar permasalahan, bukan sekadar menutup kerusakan dengan tambalan yang nantinya akan rusak lagi.
“Ibaratnya kami ini seperti orang sakit demam, sudah diobati berkali-kali tapi tak sembuh-sembuh. Untuk apa lagi berobat ke orang yang sama kalau hasilnya tidak ada perubahan? Kami ingin penanganan yang benar-benar serius. Ini rumah komersial, kami beli dengan harga mahal. Tolong perbaiki dengan baik,” lanjut Riky dengan nada kesal.
Pengembang Bertanggungjawab
Sementara itu, perwakilan pengembang, Asep, ketika dikonfirmasi menyatakan bahwa pihaknya bertanggung jawab atas keluhan warga. Ia menjelaskan bahwa rumah-rumah di perumahan tersebut sebenarnya dibangun dengan material berkualitas, seperti batu wall panel prescon beton, yang seharusnya kuat dan tahan lama.
Namun, ia mengakui bahwa ada beberapa masalah yang kini sedang ditelusuri bersama pakar konstruksi bangunan. “Kami sedang mencari tahu penyebab utama dari masalah ini agar bisa memberikan solusi yang tepat. Kami juga meminta konsumen untuk bekerja sama dalam menemukan solusi terbaik,” ujar Asep.
Pihak pengembang juga menyampaikan permohonan maaf kepada para konsumen yang merasa kurang nyaman dengan kondisi rumah mereka. Asep menegaskan bahwa keluhan ini akan menjadi perhatian serius ke depannya. “Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami para konsumen. Kami berkomitmen untuk menyelesaikan masalah ini dengan baik,” tutupnya. (*)
Reporter: Eusebius Sara



