Minggu, 11 Januari 2026

Konsumsi MBG dari SPPG Bengkong Laut 2, Ratusan Siswa MAN 2 Batam Diare

spot_img

Berita Terkait

spot_img

batampos – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mencatatkan rapor merah. Sedikitnya lebih dari 230 siswa MAN 2 Kota Batam di Bengkong dilaporkan mengalami gejala keracunan usai menyantap makanan dari program tersebut pada Selasa (11/11) siang.

“Sebagian masih bersekolah, tapi banyak juga yang izin karena sakit perut dan muntah-muntah,” kata salah seorang wali murid yang enggan disebut namanya kepada Batam Pos Kamis (13/11)

Sekadar informasi, total siswa MAN 2 Batam mencapai sekitar 600 orang, artinya hampir separuh populasi sekolah terdampak dugaan keracunan makanan dari program yang digadang-gadang sebagai wujud kepedulian gizi bagi pelajar itu.

Saat Batam Pos mendatangi lokasi sekolah, pihak humas MAN 2 Batam, Madi, mengaku tidak mengetahui detail kejadian tersebut dan enggan memberi keterangan, “Nanti aja tunggu guru penanggung jawab MBG, takutnya saya salah ngomong,” ujarnya singkat.

Namun ketika Batam Pos menunggu kehadiran guru yang dimaksud, guru bidang kemahasiswaan yang disebut bertanggung jawab atas program MBG justru menolak diwawancarai. “Maaf, saya masih ada rapat,” ujarnya sambil meninggalkan ruangan.

BACA JUGA: Dinkes Batam: Belum Ada Kasus Keracunan dari Program MBG

Dari penelusuran Batam Pos, sedikitnya lima siswa yang berhasil diwawancarai mengaku bahwa sejumlah teman mereka mengalami sakit perut dan diare usai menyantap menu daging sapi dendeng dari paket Makan Bergizi Gratis pada Selasa siang

“Yang keracunan banyak, sekitar 230 siswa. Makan siangnya hari Selasa, malamnya banyak yang mulai sakit perut,” kata pelajar yang tak mau namanya ditulis, siswa kelas Sebelas

Hal serupa disampaikan siswa kelas Sepuluh. “Makanannya daging dendeng. Malamnya teman-teman mulai sakit perut dan diare, Rabu banyak yang nggak masuk sekolah. Hari ini sebagian masih berobat,” ujarnya.

Para siswa menyebut porsi MBG dikirim ke sekolah sekitar pukul 12.00 hingga 13.00 WIB. Mereka menduga daging yang disajikan sudah tidak segar. “Sebelumnya kalau ayam atau telur nggak pernah ada yang keracunan. Baru kali ini, pas makan daging sapi,” katanya Lagi

Menanggapi hal tersebut, Kepala SPPG Kota Batam, Defri, mengatakan pihaknya belum dapat memastikan apakah kasus itu benar merupakan keracunan makanan.

“Memang kami menerima laporan ada sejumlah anak dengan keluhan diare dari sekolah. Namun tidak ada siswa yang sampai dirawat. Aktivitas belajar juga tetap berjalan seperti biasa,” ujarnya kepada Batam Pos, Kamis (13/11).

Defri menjelaskan, saat ini pihaknya bersama Dinas Kesehatan dan instansi terkait tengah melakukan observasi untuk memastikan penyebab pasti keluhan tersebut.

Ia juga menyebut bahwa pelaksana MBG di MAN 2 Batam adalah SPPG Bengkong Laut 2.

Defri mengaku belum bisa memastikan penyebab dugaan keracunan tersebut, apakah karena olahan daging sapi dendeng atau faktor lain. “Belum bisa kita pastikan, ini harus di cek dulu. Kita tunggu dulu ya,” kata dia. (*)

Reporter: M Syaban

Update