Sabtu, 14 Maret 2026

Korban Cabul Guru Mengaji Bertambah, Pelaku Incar Anak SD

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi. Foto: JawaPos.com

batampos – AS, guru mengaji yang mencabuli anak panti asuhan di wilayah Bengkong Sadai mengaku melakukan perbuatan bejat tersebut secara berulang kali. Bahkan, ia mengaku sudah mencabuli 3 orang anak panti.

“Sejauh ini pelaku mengaku sudah mencabuli 3 orang. Dan kita sudah arahkan korban ini untuk membuat laporan,” ujar Kanit Reskrim Polsek Bengkong, Iptu Rio Ardian, Rabu (29/6) siang.

Rio menjelaskan pelaku sengaja mengincar korban dari usia 7-13 tahun atau bersekolah dari kelas I-V SD. Modusnya, pelaku mengajarkan korban mengaji kemudian mengancam korban memukul menggunakan rotan untuk memenuhi nafsunya.

“Karena dia guru ngaji, maka pelaku sering berjumpa dengan korban. Di situ korban diancam,” kata Rio.

Rio mengaku masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui total korban yang dicabuli pelaku.

“Untuk latar belakangnya sampai jadi guru mengaji di sana (di panti) masih pemeriksaan penyidik. Nanti juga diperiksa apakah pelaku memiliki kelainan (pedofil),” ungkap Rio.

Seperti diberitakan sebelumnya, Jajaran Polsek Bengkong menangkap guru ngaji berinisial AS, Senin (27/6) malam. Pria 20 tahun ini diamankan akibat mencabuli 2 anak panti asuhan di kawasan Bengkong Sadai.

Korban merupakan kakak adik, yakni berinisial NA, 9, dan NK, 7. Ironisnya, aksi bejat ini dilakukan pelaku secara berulang kali sejak tahun 2020. Pencabulan ini terkuak dari laporan abang korban. Saat itu, korban yang tengah libur sekolah menolak untuk kembali ke panti asuhan.

AS merupakan guru mengaji di panti asuhan wilayah Bengkong Sadai. Kesehariannya, pelaku menetap di panti asuhan tersebut. (*)

 

Reporter: YOFI YUHENDRI

SALAM RAMADAN