
batampos – Jumlah korban jiwa dalam tragedi kebakaran kapal Federal II di galangan PT ASL Marine Shipyard, Tanjunguncang, kembali bertambah. Salah satu korban luka berat, Roni Andreas Harefa (36), dinyatakan meninggal dunia di RS Mutiara Aini, Rabu (15/10) sekitar pukul 15.20 WIB.
Roni, warga MKGR Blok Fajar Lama, Kelurahan Batuaji, Kota Batam, merupakan karyawan subkon PT Satria Global Persada. Ia sempat menjalani perawatan intensif di ruang ICU dengan luka bakar mencapai 53 persen. Kondisinya sempat kritis sejak pagi sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia oleh pihak rumah sakit.
Kabar duka ini dibenarkan oleh Jhoni Harefa, abang kandung almarhum. Dengan suara berat, Jhoni mengungkapkan pihak keluarga menerima kabar meninggalnya sang adik dari rumah sakit pada sore hari. “Benar, adik saya, Roni, sudah meninggal dunia. Kami sekeluarga berharap jenazahnya segera dibawa pulang ke rumah,” ujarnya penuh haru saat ditemui di RS Mutiara Aini.
Baca Juga: Batam Darurat K3: Kasus PT ASL dan Krisis Keselamatan di Galangan Kapal
Jenazah Roni rencananya akan dipindahkan ke RS Bhayangkara Polda Kepri untuk proses administrasi dan identifikasi lanjutan sebelum diserahkan kepada keluarga.
Kapolsek Batuaji AKP Raden Bimo Dwi Lambang juga membenarkan dan rencananya jenazah korban akan dibawa ke RS Bhayangkara untuk penyelidikan lebih lanjut.
Dengan meninggalnya Roni, total korban tewas akibat ledakan dan kebakaran kapal Federal II kini menjadi 11 orang, sementara 20 pekerja lainnya masih menjalani perawatan di beberapa rumah sakit berbeda di Kota Batam. Sebagian di antaranya mengalami luka bakar serius dan trauma akibat ledakan tangki kapal.
Tragedi yang mengguncang kawasan industri galangan kapal Tanjung Uncang ini menjadi sorotan publik. Kapal Federal II diketahui tengah dalam proses perbaikan sejak Juni 2025. Sebelumnya, kapal yang sama juga sempat mengalami kebakaran pada Juni lalu, yang menimbulkan sembilan korban luka. (*)
Reporter: Eusebius Sara



