batampos – Dua tahun sudah Covid-19 mewabah di Tanah Air. Semenjak itu pula berbagai kebijakan pembatasan sosial dilaksanakan demi menekan laju penyebaran Covid-19 di Tanah Air. Lingkungan Pemasyarakatan masih menutup kunjungan tatap muka dari masyarakat luar agar pandemi tidak mewabah di dalam Lapas

Rumah Tahanan Negara (Rutan) kelas II A Batam hingga kini masih menutup kunjungan ataupun besuk tatap muka. Imbasnya ada kerinduan yang mendalam bagi masyarakat di luar untuk berjumpa dengan anggota keluarga atau kerabat di dalam. Begitu juga dengan warga binaan sangat berharap agar pandemi ini segera berakhir sehingga kunjungan tatap muka kembali dibuka.
Keinginan inilah yang mendominasi kotak suara di Rutan Batam. Masyarakat luar ba-nyak yang menyerukan agar kunjungan tatap muka segera kembali dibuka agar mereka bisa bertemu dengan anggota keluarga ataupun kerabat di dalam Rutan.
”Begitu juga sebaliknya, warga binaan juga mendambakan hal yang sama. Ya sama-sama berjuang dan berharap agar pandemi ini segera berakhir sehingga rutinitas kami kembali normal seperti semula,” ujar Karutan Batam, Yan Patmos, kemarin.
Menanggapi keinginan tersebut, pihak Rutan Batam hanya bisa menyerukan agar semua pihak bergandeng tangan berjuang melawan pandemi dengan mengikuti program vaksinasi ataupun aturan protokol kesehatan lainnya.
Pihak Rutan tak punya kewenangan untuk mengubah kebijakan tersebut, sebab keputusan ada di pemerintah pusat dalam hal ini Kemente-rian Hukum dan HAM RI.
”Pemberlakukan penutupan kunjungan tatap muka belum dicabut jadi kami tetap menjalankannya. Untuk sementara masih dengan komunikasi virtual yang kami sediakan serta menerima titipan makanan saja,” ujar Yan. (*)
Reporter : EUSEBIUS SARA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO



