Sabtu, 21 Februari 2026

Krisis Air di Puri Gracia Ditangani, Ditargetkan Tuntas Dua Pekan

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Perwakilan warga Perumahan Puri Gracia Tanjungriau menghadiri pertemuan dengan SPAM BP Batam. Foto: Humas BP Batam untuk Batam Pos

batampos – Setelah berbulan-bulan menghadapi aliran air yang lemah bahkan kerap terhenti, warga Perumahan Puri Gracia, Tanjung Riau, akhirnya mendapat kabar terbaru mengenai upaya perbaikan jaringan air bersih di kawasan mereka. Pemerintah melalui BP Batam menyebut pekerjaan penguatan sistem distribusi tengah berjalan dan ditargetkan selesai dalam waktu dekat.

Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan pihaknya telah bertemu langsung dengan warga, pada Kamis (19/2). Pertemuan itu merupakan tindak lanjut dari kunjungan lapangan sebelumnya sekaligus untuk menyampaikan perkembangan pekerjaan yang telah dijanjikan.

“Pertemuan kemarin dihadiri warga Puri Gracia yang sebelumnya telah kami kunjungi. Mereka meminta pembaruan terkait progres pekerjaan yang telah dijanjikan,” kata Tuty, Jumat (20/2).


Baca Juga: Peminat Pelatihan Disnaker Tembus 8 Ribu Orang, Forklift dan K3 Paling Diminati

Ia menjelaskan, saat ini pekerjaan interkoneksi jaringan sedang dilaksanakan oleh PT ABH. Langkah itu bertujuan memperkuat tekanan air pada jaringan eksisting di lingkungan perumahan.

“Pekerjaan saat ini berupa interkoneksi untuk memperkuat tekanan air pada jaringan eksisting di Perumahan Gracia,” katanya.

Metode yang digunakan adalah menyambungkan pipa induk berdiameter 300 milimeter dengan jaringan pipa baru sepanjang sekitar 200 meter. Jaringan baru itu nantinya dihubungkan ke jaringan utama di dalam perumahan agar distribusi air lebih stabil.

Dengan interkoneksi tersebut, tekanan air kemungkinan dapat meningkat sehingga aliran ke rumah-rumah warga dapat kembali normal setelah sebelumnya banyak dikeluhkan lemah bahkan tidak mengalir pada waktu-waktu tertentu.

Sebagai solusi sementara, kebutuhan air bersih warga juga dipenuhi melalui pengiriman truk tangki. Pasokan tersebut ditujukan untuk kebutuhan rumah tangga sekaligus fasilitas umum seperti masjid, dengan jumlah sekitar tujuh tangki.

Baca Juga: Sakit Hati Diputuskan, Mantan Pacar Sebar Video Asusila Mahasiswi di Batam

Dalam pertemuan itu, warga juga menyampaikan dugaan adanya sambungan jaringan air yang dilakukan pengembang ke rumah-rumah sejak beberapa tahun lalu. Sambungan bahkan disebut telah berlangsung hingga delapan tahun dan diduga memengaruhi distribusi air.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim SPAM BP Batam bersama pihak terkait akan memeriksa desain serta gambar jaringan pipa yang dibangun pengembang. Jika ditemukan adanya interkoneksi ilegal, pengembang akan dikenai sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.

Untuk pekerjaan interkoneksi di dalam perumahan, diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 12 hari hingga selesai. Saat ini pembangunan jaringan pipa baru masih menyisakan sekitar 60 meter, termasuk pemasangan pompa booster agar tekanan air optimal. Secara keseluruhan, proses penanganan ditargetkan rampung dalam waktu kurang lebih dua minggu. (*)

ReporterArjuna

SALAM RAMADAN