Sabtu, 4 April 2026

Krisis Air hingga Hari ke -70, Warga Tanjung Sengkuang Masih Bergantung ke Truk Tangki

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Pendistribusian air di Tanjung Sengkuang menggunakan truk tangki untuk mengatasi suplai air di kawasan tersebut.

batampos – Memasuki hari ke-70 gangguan suplai air bersih di Kelurahan Tanjung Sengkuang dan Batumerah, Kecamatan Batuampar, pelayanan distribusi air bersih masih menjadi andalan utama masyarakat. Hingga kini, ribuan warga di sejumlah wilayah masih bergantung pada bantuan air tangki untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kegiatan monitoring pendistribusian air bersih kembali dilakukan di Kelurahan Tanjung Sengkuang dan Kelurahan Batu Merah, setiap harinya. Pengawasan ini dilakukan untuk memastikan distribusi berjalan lancar serta tepat sasaran di tengah kondisi krisis yang belum berakhir.

Kapolsek Batu Ampar, Kompol Amru Abdullah, menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan pengawalan agar distribusi air tetap tertib. “Kami memastikan pendistribusian air bersih ini berjalan optimal dan merata, sehingga seluruh warga yang terdampak bisa mendapatkan pasokan air sesuai kebutuhan,” ujarnya.

Menurutnya, kehadiran personel kepolisian di lapangan juga bertujuan menjaga situasi tetap kondusif. “Selain mengawasi distribusi, kami juga hadir untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat serta mencegah potensi gangguan selama proses berlangsung,” tambahnya.

Distribusi air bersih di Kelurahan Tanjung Sengkuang tercatat mencapai 113 water tank (WT) yang disalurkan ke sejumlah RW. Sementara di Kelurahan Batu Merah, total distribusi mencapai 24 WT yang disebar ke beberapa wilayah sesuai kebutuhan warga.

Selain itu, koordinasi dengan pihak kelurahan dan masyarakat juga terus dilakukan. Hal ini penting agar distribusi air benar-benar menjangkau warga yang paling membutuhkan. “Kami berkoordinasi dengan perangkat setempat untuk memastikan data penerima sesuai kondisi riil di lapangan,” jelas Kapolsek.

Di tengah kondisi tersebut, warga berharap persoalan gangguan air bersih dapat segera teratasi secara permanen. Salah seorang warga Tanjung Sengkuang, Rudi (45), mengaku sudah kelelahan bergantung pada air tangki. “Sudah hampir dua bulan lebih kami harus antre air. Harapan kami suplai air bisa normal kembali, supaya aktivitas sehari-hari tidak terganggu,” ujarnya.

Senada dengan itu, warga Batu Merah, Siti (38), juga berharap pemerintah dan pihak terkait segera menuntaskan permasalahan ini. “Kami sangat terbantu dengan air tangki, tapi ini bukan solusi jangka panjang. Kami ingin air mengalir normal lagi ke rumah,” katanya.

Memasuki hari ke-70 krisis air bersih, distribusi melalui mobil tangki masih menjadi solusi utama. Masyarakat pun berharap perbaikan sistem suplai air dapat segera rampung, sehingga kebutuhan dasar mereka bisa kembali terpenuhi secara normal tanpa ketergantungan pada bantuan distribusi.(*)

UPDATE