
batampos – Wali Kota Batam sekaligus Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad mengambil langkah cepat merespons keluhan krisis air bersih yang masih dirasakan warga Tanjung Sengkuang.
Ia menyatakan penanganan teknis langsung dikoordinasikan kepada pejabat terkait agar solusi jangka pendek segera berjalan.
Amsakar menyatakan tidak sekadar menerima laporan, melainkan turun langsung bersama jajaran teknis untuk melihat kondisi lapangan.
Baca Juga: Sengkuang Krisis Air, Ombudsman Dorong Solusi Permanen
Langkah ini, menurutnya, penting agar komunikasi dan penanganan berjalan efektif sesuai bidang tugas masing-masing.
Ia membawa Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait serta Direktur Badan Usaha SPAM, Fasilitas dan Lingkungan (Fasling) BP Batam, Iyus Rusmana ke lokasi terdampak.
“Untuk urusan kerusakan, ini dulu yang ditangani. Saya sudah membawa direktur ke sini. Silakan komunikasikan secara teknis dengan mereka,” ujar Amsakar, Sabtu (10/1).
Menurutnya, pembagian peran menjadi kunci dalam penanganan persoalan publik. Pimpinan berada pada tataran kebijakan makro, sementara detail teknis ditangani pejabat dan profesional di bidangnya.
“Saya minta agar komunikasi langsung ke profesionalnya. Ada urusan tingkat makro dan ada yang mikro,” jelasnya .
Amsakar mengakui perbaikan sistem air bersih di kawasan tersebut belum dapat dilakukan secara permanen dalam waktu dekat.
Kendala instalasi dan faktor musim masih memengaruhi distribusi. Meski begitu, ia menekankan pentingnya memastikan suplai minimal agar warga tidak kembali mengalami kondisi tanpa aliran air.
“Penyelesaian ini belum permanen karena masalah sistem. Tapi setidaknya jangan sampai warga tidak dapat air sama sekali. Sekarang harus ditingkatkan,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan, keluhan warga sebelumnya telah ia dengar langsung saat bertemu sekitar 20 warga Tanjung Sengkuang dalam sebuah kegiatan di Kabil. Saat itu, Amsakar langsung menghubungkan warga dengan BP Batam dan PT Air Batam Hilir untuk tindak lanjut cepat.
Terpisah menurut informasi diperoleh krisis air bersih paling dirasakan warga RW 01 dan RW 02 Kelurahan Tanjung Sengkuang.
Wilayah terdampak meliputi RW 01 RT 01, 02, 03, dan 05 serta RW 02 RT 01, 02, dan 03. Selama ini, warga kerap begadang hingga dini hari untuk menampung aliran air yang kecil, sementara kebutuhan harian masih bergantung pada suplai mobil tangki dari PT ABH. (*)



