
batampos – Di tengah krisis bahan bakar pesawat (avtur) yang melanda sejumlah negara di kawasan ASEAN seperti Filipina dan Vietnam pada Maret 2026, pasokan avtur di wilayah Kepulauan Riau dipastikan masih dalam kondisi aman.
Krisis di negara tetangga tersebut bahkan dilaporkan berdampak pada pemangkasan rute penerbangan domestik hingga munculnya wacana penghentian operasional pesawat. Namun kondisi berbeda terjadi di Indonesia.
Pemerintah melalui Kementerian ESDM sebelumnya mengklaim stok avtur nasional masih aman hingga 33 hari ke depan. Hal ini turut dirasakan di wilayah Kepri.
Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga wilayah Kepri, Bagus Handoko, menegaskan tidak ada gangguan pasokan avtur di daerah tersebut.
“Tidak ada isu suplai. Untuk wilayah Kepri, stok avtur masih aman,” ujarnya, Kamis (26/3).
Baca Juga: Disparitas Vonis Kasus Sabu 1,9 Ton Diuji Dalam Banding
Ia menjelaskan, ketersediaan stok avtur terus dimonitor secara dinamis oleh pihaknya. Pergerakan stok disesuaikan dengan kebutuhan distribusi di lapangan.
“Stok ini bergerak dinamis, terus kami pantau. Tapi sejauh ini tidak ada kondisi kritis,” tambahnya.
Terkait penyaluran, ia menyebut distribusi avtur dilakukan dari Depot Kabil langsung ke Bandara Hang Nadim melalui jalur pipa, sehingga suplai dapat terjaga secara optimal.
“Penyaluran dari Depot Kabil langsung ke Hang Nadim melalui pipa, jadi relatif lancar,” jelasnya.
Sementara itu, Area Manager Lion Air Group wilayah Kepulauan Riau, Amar Fernando, juga memastikan kebutuhan avtur untuk operasional penerbangan di Kepri masih terpenuhi.
“Untuk pembelian avtur Lion Group di wilayah Kepri sejauh ini masih aman, tidak ada kendala,” ujarnya.
Baca Juga: Wanita Berniat Akhiri Hidup, Digagalkan Pengemudi Ojek di Tengah Jalan
Meski demikian, ia mengakui adanya potensi kenaikan harga avtur seiring kondisi global. Namun hal tersebut masih bergantung pada kebijakan pemerintah ke depan.
“Kalau potensi kenaikan harga mungkin saja ada, karena mengikuti kondisi global. Tapi itu tergantung kebijakan pemerintah,” katanya.
Ia menambahkan, kebutuhan avtur saat ini memang mengalami peningkatan, terutama selama periode Lebaran yang diikuti lonjakan frekuensi penerbangan.
“Memang kebutuhan meningkat, apalagi saat Lebaran. Frekuensi penerbangan juga naik, terutama untuk arus balik,” jelasnya.(*)



