Rabu, 14 Januari 2026

Kronologi Tongkang KPS 1203 Hanyut hingga Kandas di Pulau Raja Batam

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Tongkang KPS 1203 hanyut dan kandas di perairan Pulau Raja, Batam. (F.istimewa)

batampos – Tongkang (TK) KPS 1203 dilaporkan kandas di perairan Pulau Raja, Batam, setelah hanyut akibat dilepaskan dari tali towing oleh kapal penariknya saat menghadapi cuaca buruk. Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Khusus Batam memastikan, hingga saat ini, tidak ditemukan adanya pencemaran lingkungan akibat insiden tersebut.

Kejadian kandasnya tongkang tersebut pertama kali dilaporkan ke KSOP Khusus Batam pada Sabtu, 10 Januari 2026 sekitar pukul 10.00 WIB. Menindaklanjuti laporan itu, KSOP Khusus Batam langsung mengerahkan Kapal Patroli KN.P 330 untuk melakukan pengawasan dan pengamanan di lokasi kejadian.

Tongkang TK KPS 1203 diketahui ditarik oleh Tug Boat (TB) SUPER 88. Kapal tersebut bertolak dari Dock KMS Tanjung Balai Karimun pada 7 Januari 2026 dengan tujuan Pontianak. Saat berlayar, tongkang berada dalam kondisi kosong atau tidak bermuatan.

Kepala Kantor KSOP Khusus Batam, M. Takwim Masuku mengatakan, insiden bermula pada Jumat, 10 Januari 2026 sekitar pukul 01.58 WIB. Saat melintas di perairan sekitar Pulau Karang Galang. Cuaca buruk disertai angin kencang dan gelombang tinggi menyebabkan tongkang TK KPS 1203 membentur rambu suar.

Baca Juga: Tongkang Tua Tanpa Awak Hanyut di Nongsa, Warga Khawatir Tabrak Rumah

Dalam kondisi darurat tersebut, nakhoda TB SUPER 88 mengambil keputusan untuk melepaskan tali towing demi menjaga keselamatan awak kapal.

Akibat dilepaskannya tali towing tersebut, tongkang TK KPS 1203 yang tidak diawaki hanyut terbawa arus hingga akhirnya kandas di perairan Pulau Raja, Batam.

Sementara itu, TB SUPER 88 juga sempat mengalami kandas di sekitar Pulau Karang Galang. Namun pada Minggu, 11 Januari 2026 sekitar pukul 03.00 WIB, kapal tug boat tersebut berhasil lepas dari posisi kandas terakhir dan berada dalam kondisi aman.

Takwim menjelaskan bahwa penyebab utama tongkang hanyut hingga kandas adalah faktor cuaca buruk yang memaksa nakhoda melepaskan tali towing sebagai langkah keselamatan.

“Tongkang tersebut hanyut karena dilepas dari kapal penariknya saat cuaca buruk. Keputusan itu diambil oleh nakhoda tug boat demi keselamatan awak kapal,” jelas Takwim.

Terkait dampak lingkungan, Takwim menegaskan bahwa tongkang TK KPS 1203 tidak membawa muatan dan tidak diawaki. Dari hasil pemantauan sementara di lapangan, KSOP Khusus Batam belum menemukan adanya indikasi pencemaran lingkungan, seperti tumpahan minyak atau bahan berbahaya lainnya.

“Hingga saat ini tidak ada pencemaran lingkungan yang terpantau. Namun demikian, kami tetap melakukan pengawasan secara intensif di lokasi kandasnya tongkang,” ujarnya.

Baca Juga: Keberangkatan Kapal Roro Punggur–Tanjung Uban Kini Tiap 1 Jam 15 Menit

KSOP Khusus Batam, lanjut Takwim, memprioritaskan pengamanan tongkang yang kandas serta memastikan keselamatan pelayaran di sekitar lokasi. Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan pemilik kapal dan tongkang untuk langkah penanganan lanjutan, termasuk rencana evakuasi tongkang dari Pulau Raja.

“Kami terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan pemilik kapal dan tongkang agar penanganan dapat dilakukan sesuai prosedur dan tidak menimbulkan risiko lanjutan,” tambahnya.

KSOP Khusus Batam mengimbau seluruh pengguna jasa pelayaran untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat cuaca buruk melanda perairan Batam dan sekitarnya, guna menghindari kejadian serupa. (*)

Update