
batampos – Untuk mengabadikan dinamika arus mudik dan balik Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Khusus Batam berkolaborasi dengan Pewarta Foto Indonesia (PFI) Kepulauan Riau menggelar lomba fotografi dengan dua kategori, umum dan profesional.
Lomba ini terbuka bagi masyarakat luas dan fotografer profesional. Peserta diperbolehkan menggunakan kamera ponsel maupun kamera DSLR. Menariknya, panitia menyiapkan belasan tiket pulang-pergi Batam–Singapura sebagai hadiah bagi para pemenang.
Kepala KSOP Khusus Batam, Takwim Masuku, mengatakan lomba foto ini menjadi media visual untuk mengedukasi publik tentang pentingnya keselamatan, keamanan, dan ketertiban angkutan laut selama periode Nataru, yang setiap tahunnya identik dengan lonjakan mobilitas penumpang.
“Melalui foto, kami ingin menyampaikan pesan keselamatan sekaligus menunjukkan bagaimana pelayanan angkutan laut berjalan selama Nataru. Ini juga bagian dari dokumentasi dan transparansi kinerja KSOP,” ujar Takwim.
Ia menambahkan, lomba ini sekaligus menjadi wujud penguatan sinergi antara KSOP Khusus Batam dan insan pers, khususnya melalui PFI Kepulauan Riau.
Adapun lokasi pemotretan difokuskan pada seluruh aktivitas pelabuhan di Batam. Objek foto harus menggambarkan aktivitas masyarakat yang melakukan perjalanan mudik maupun arus balik selama periode Nataru.
“Semua foto wajib diambil di pelabuhan di Batam. Tidak diperkenankan mengambil objek di bandara atau lokasi lain di luar pelabuhan,” tegas Takwim.
Tema yang diusung dalam lomba ini adalah “Angkutan Natal dan Tahun Baru Bersama KSOP Khusus Batam: Hadirkan Kebaikan, Kuatkan Harapan.” Tema tersebut diharapkan dapat menjadi panduan peserta dalam mengabadikan momen selama proses angkutan Nataru.
Periode pemotretan dibuka mulai 18 Desember hingga 3 Januari 2026.
Sementara itu, Ketua PFI Kepulauan Riau, Tommy Purniawan, menjelaskan bahwa peserta lomba dibagi ke dalam dua kategori dan dilarang menggunakan drone selama pemotretan.
Untuk kategori umum, peserta dapat menggunakan kamera ponsel dengan kualitas resolusi tinggi (HDR). Sedangkan kategori profesional diwajibkan menggunakan kamera DSLR.
“Objek foto bisa berupa aktivitas naik-turun penumpang, suasana pelabuhan, hingga foto human interest yang menggambarkan dinamika arus mudik dan balik Nataru,” jelas Tommy.
Setiap peserta dapat mengirimkan maksimal lima karya terbaik ke alamat email [email protected], paling lambat 3 Januari. Proses penjurian akan dilakukan pada 4 Januari, sementara pengumuman pemenang dijadwalkan pada 5 Januari 2026.
“Pengumuman pemenang akan dilakukan bersamaan dengan penutupan Posko Nataru di Pelabuhan Bintang 99 Batuampar,” katanya. (*)



