
batampos – Senyum pemudik, kepedulian petugas, hingga potret kemanusiaan di tengah arus mudik dan balik Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 terekam kuat dalam ratusan foto yang dikurasi KSOP Khusus Batam bersama Pewarta Foto Indonesia (PFI) Kepulauan Riau. Dari ratusan karya tersebut, sejumlah foto terbaik akhirnya terpilih sebagai pemenang lomba foto bertema “Hadirkan Kebaikan, Kuatkan Harapan”.
Pengumuman pemenang lomba foto Angkutan Nataru 2025/2026 itu digelar di Pelabuhan 99 Batuampar, Batam, Selasa (6/1) pagi, sekaligus menutup rangkaian kegiatan Posko Nataru KSOP Khusus Batam.
Pada kategori profesional, juara pertama diraih Aulia Ichsan melalui karya berjudul “Senyum dari Sumatera” yang menampilkan ekspresi hangat pemudik di tengah perjalanan laut. Juara kedua diraih Rezza Herdiyanto dengan foto “Membantu Lansia Naik ke Atas Kapal”, sementara Raffa Aditya Wasyeri meraih juara ketiga lewat karya “Membantu Warga Mudik” yang menonjolkan nilai kepedulian dan kemanusiaan.
Baca Juga: KSOP Batam–PFI Kepri Gelar Lomba Foto Nataru, Hadiah Tiket Batam–Singapura
Sementara itu, pada kategori umum, juara pertama diraih Ros Jaidani melalui foto “Melayani Penumpang” yang menggambarkan dedikasi petugas pelabuhan selama masa Nataru. Juara kedua diraih Heppi Wasyeri dengan karya “Tekad untuk Mudik”, dan juara ketiga diraih Rifki Aunur Rahman lewat foto “Menjaga Keamanan Penumpang”.
Dewan juri juga menetapkan sejumlah nominator kategori umum, yakni Altadira Zalfa Raissa Putri dengan foto “Mengawal Mudik”, Hayatun Niza Rahmadayanti Hasibuan melalui karya “Semangat Pulang”, serta Heppi Wasyeri yang kembali masuk nominasi lewat foto “Rindu Kampung”.
Kepala KSOP Khusus Batam, Takwim Masuku, mengapresiasi tingginya partisipasi peserta serta kualitas karya yang masuk. Menurutnya, banyak foto tidak hanya kuat secara visual, tetapi juga sarat pesan sosial.
Baca Juga: PFI Kepri dan KSOP Batam Sepakat Angkat Wajah Maritim Lewat Lensa Kamera
“Karya-karya ini menjadi dokumentasi penting sekaligus sarana edukasi visual bagi masyarakat, terutama tentang keselamatan dan ketertiban angkutan laut,” ujarnya.
Ia menambahkan, lomba foto ini juga menjadi bagian dari upaya transparansi kinerja serta penguatan sinergi KSOP Khusus Batam dengan insan pers melalui PFI Kepri. Seluruh objek foto diwajibkan diambil di area pelabuhan di Batam, dengan fokus aktivitas mudik dan arus balik selama Nataru 2025/2026.
Ketua PFI Kepri, Tommy Purniawan, menjelaskan lomba dibagi menjadi dua kategori, yakni umum dan profesional. Untuk kategori umum, peserta diperbolehkan menggunakan kamera ponsel dengan resolusi tinggi, sedangkan kategori profesional wajib menggunakan kamera DSLR.
Pemotretan dilakukan sejak 18 Desember hingga 3 Januari, dengan pengiriman maksimal lima foto terbaik dari masing-masing peserta. Proses penjurian dilaksanakan pada 4 Januari.
“Ada ratusan foto yang dikurasi hingga akhirnya ditetapkan foto-foto pemenang,” ujar Tommy.
Ia menambahkan, penjurian dilakukan oleh dua juri dari PFI Kepri, Yusuf Hidayat dan Iman Wachyudi, serta satu juri dari KSOP Khusus Batam, Rangga. Proses penilaian berlangsung sekitar dua jam dan diwarnai diskusi serta perdebatan sebelum akhirnya diputuskan pemenang.
“Seluruh foto pemenang dipilih sesuai dengan tema Hadirkan Kebaikan, Kuatkan Harapan,” kata Tommy. (*)



