
batampos – Alat pemantau kualitas udara secara otomatis atau dikenal dengan Air Quality Monitoring System (AQMS) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mencatat kualitas udara di Batam Minggu 24 Juli 2022 pukul 16.00 WIB dalam level tidak sehat.
Bahkan dari 39 stasiun di Indonesia, hanya Batam yang memiliki kualitas udara tidak sehat. Sementara 38 daerah lainnya berada di level baik dan sedang. Sebagai diketahui, berdasarkan data indeks standar pencemaran udara Batam, Minggu mencapai angka 101. Angka tersebut menunjukkan kualitas udara dalam level kategori tidak sehat.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam Herman Rozi mengaku, pencemaran udara terjadi karena adanya aktivitas pembakaran sampah yang mengakibatkan turunnya kualitas udara di Batam.
“Kita sudah cek pada Minggu 24 Juli 2022 itu. Ternyata sore itu satpol PP goro dan bakar sampah di area alat AQMS kita yang berada di Mako Satpol PP,” ujarnya, Rabu (27/7).
Hal ini bisa dibuktikan dengan beberapa jam setelah api pembakaran sampah itu padam, kualitas udara di Kota Batam kembali ke level sedang. Bahkan, Rabu (27/7), indeks standar pencemaran udara Batam mencapai angka 54 status sedang.
“Hanya pada saat itu saja terjadi penurunan kualitas udara, sehingga udara terpantau menjadi tidak sehat ketika aktivitas berlangsung. Setelah selesai pembakaran sampah, udara kembali normal dan baik,” tambahnya.
Herman manambahkan, jika tidak ada kebakaran di sekitar alat AQMS atau tidak ada kerusakan alat, dan udara di Batam terdeteksi jelek, biasanya dari pusat akan langsung memberi informasi dan mengingatkan pemerintah di daerah tentunya.
“Melihat data time series bukan accident atau sekali saja, karea kalau sudah begitu patut diduga kualitas udara kita kurang sehat seperti banyak kabut asap kebakaran hutan beberapa waktu lalu,” pungkasnya. (*)
Reporter : Rengga Yuliandra



