
batampos – Sektor pariwisata Batam terus menunjukkan tren positif sepanjang 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam mencatat, jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Batam selama periode Januari hingga September 2025 mencapai 1.150.567 kunjungan.
Angka ini meningkat sekitar 22 persen dibanding periode yang sama tahun 2024 yang mencatatkan 943.531 kunjungan. Lonjakan tersebut menegaskan posisi Batam sebagai gerbang utama pariwisata internasional di Provinsi Kepulauan Riau, sekaligus menjadi kontributor terbesar terhadap kunjungan wisman ke Indonesia dari jalur laut.
Kepala BPS Kota Batam, Eko Aprianto, mengatakan peningkatan kunjungan wisman sepanjang 2025 tidak terlepas dari pemulihan aktivitas perjalanan pascapandemi, serta gencarnya promosi pariwisata dan penyelenggaraan event internasional di Batam.
“Dari awal tahun, pergerakan wisatawan terus menunjukkan tren positif. Singapura dan Malaysia masih menjadi penyumbang terbesar kunjungan ke Batam,” ujar Eko, Kamis (13/11).
Dari total kunjungan September 2025, wisatawan asal Singapura tercatat paling mendominasi dengan 63.125 kunjungan atau 44,47 persen dari total wisman bulan tersebut. Disusul oleh Malaysia dengan 46.190 kunjungan (32,54 persen). Negara lainnya yang juga berkontribusi adalah Cina (4.114 kunjungan), India (3.151), Myanmar (1.812), dan Filipina (1.734).
Kunjungan terbanyak terjadi melalui pelabuhan internasional Batam Center, Nongsa Pura, Harbour Bay, dan Sekupang, serta Bandara Hang Nadim.
Sementara itu, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Kota Batam selama September 2025 tercatat sebesar 52,10 persen. Angka ini turun tipis dibanding Agustus (53,82 persen), namun masih tergolong stabil. Adapun rata-rata lama menginap tamu asing dan domestik di hotel berbintang selama September tercatat 1,83 malam, dengan tamu asing menginap lebih lama yaitu 1,92 malam.
Dengan capaian lebih dari 1,15 juta kunjungan hingga September 2025, Batam terus memperkuat perannya sebagai pusat pertumbuhan pariwisata Kepulauan Riau. Kota ini menjadi destinasi utama bagi wisatawan mancanegara, terutama karena akses pelabuhan yang strategis, fasilitas hotel yang lengkap, dan event internasional yang rutin digelar.
Terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata, mengatakan capaian ini menjadi bukti kuat bahwa Batam tetap menjadi destinasi favorit bagi wisatawan luar negeri, terutama dari kawasan Asia Tenggara.
“Alhamdulillah, pariwisata Batam semakin membaik. Ini tentu berkat kerja sama yang baik antara pemerintah, pelaku pariwisata, serta dukungan masyarakat. Keamanan yang terjaga, kekompakan stakeholder, dan bertambahnya akses, amenitas, serta atraksi menjadi faktor utama Batam semakin maju di sektor pariwisata,” ujarnya.
Ardi menambahkan, memasuki penghujung tahun, berbagai agenda wisata telah disiapkan untuk terus menggerakkan sektor pariwisata Batam. Sejumlah event besar seperti Batam Golf Tournament, Bajafash, dan Beratap Langit akan kembali digelar, melengkapi rangkaian kegiatan musik dan sport tourism yang sebelumnya sukses menarik perhatian wisatawan, seperti Batam Batik Fashion Week (BBFW).
Berdasarkan data Disbudpar, puncak kunjungan terjadi pada Juni 2025 dengan total 167.469 wisatawan, seiring banyaknya agenda wisata dan momentum libur panjang yang dimanfaatkan wisatawan asal Singapura dan Malaysia untuk berkunjung ke Batam.
“Target kami hingga akhir tahun adalah mempertahankan tren positif ini dengan memperkuat kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan pelaku usaha dan operator kapal penyeberangan,” tambah Ardi.
Disbudpar Batam optimistis, dengan masih adanya sejumlah agenda wisata besar hingga Desember 2025, jumlah kunjungan wisman akan terus bertambah dan melampaui capaian tahun sebelumnya. (*)
Reporter: Rengga Yuliandra



