Minggu, 12 April 2026

Kupang Menjemput Pasar dari Batam, Akses Menuju Regional dan Global

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Pemerintah Kota Kupang menempuh strategi berbeda untuk menembus pasar global dengan menghadirkan pengalaman langsung melalui peluncuran Sei Kupang House di Batam. f istimewa

batampos – Pemerintah Kota Kupang menempuh strategi berbeda untuk menembus pasar global dengan menghadirkan pengalaman langsung melalui peluncuran Sei Kupang House di Batam, yang mengintegrasikan kuliner, budaya, dan produk UMKM dalam satu ekosistem di simpul ekonomi regional Singapura–Johor–Batam (SIJORI).

Kepala Badan Pengusahaan Batam yang juga Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyebut daerahnya sebagai ruang pertemuan berbagai kepentingan ekonomi.

“Batam adalah ruang pertemuan. Ketika daerah seperti Kupang hadir di sini, maka aksesnya bukan lagi lokal, tetapi regional dan global,” ujar Amsakar, Sabtu (11/4).

Pemilihan Batam sebagai lokasi peluncuran bukan tanpa alasan. Kota ini berada dalam koridor ekonomi regional SIJORI (Singapura–Johor–Batam), yang selama ini menjadi simpul perdagangan dan investasi internasional.

Wali Kota Kupang, Christian Widodo, menyebut langkah tersebut sebagai pergeseran strategi. “Kami tidak lagi menjual cerita tentang Kupang. Kami menghadirkan Kupang sebagai pengalaman nyata yang bisa diakses pasar,” ujarnya

Sei Kupang House dirancang sebagai pusat pengalaman (experience center) yang menampilkan identitas Kota Kupang secara utuh.

Fungsinya berlapis: etalase resmi produk Dekranasda, platform distribusi UMKM, sekaligus destinasi wisata kuliner berbasis budaya. Pengelolaannya melibatkan kolaborasi dengan pelaku usaha lokal, termasuk Sei Smoke, yang akan diformalkan melalui nota kesepahaman.

Peluncuran ini juga memperlihatkan upaya memperluas diplomasi ekonomi berbasis daerah. Sejumlah perwakilan internasional hadir, termasuk Konsul Jenderal Singapura dan Indonesia Investment Promotion Centre di Singapura, bersama pelaku industri, investor, dan komunitas diaspora Nusa Tenggara Timur di Batam.

Sementara itu, Wakil Menteri UMKM, Helvi Yuni Moraza, menilai langkah Kupang menunjukkan peran aktif pemerintah daerah dalam ekosistem ekonomi kreatif nasional. Model berbasis pengalaman seperti ini, menurut dia, berpotensi direplikasi oleh daerah lain.

Di tengah persaingan antarwilayah untuk menarik perhatian pasar global, langkah Kupang menandai perubahan pendekatan: dari promosi ke imersi. Batam, sebagai simpul pertemuan regional, kini menjadi panggung uji bagi strategi baru tersebut—apakah pengalaman mampu menjembatani jarak antara identitas lokal dan pasar internasional.(*)

ReporterAzis Maulana

UPDATE