Sabtu, 17 Januari 2026

Kursi Terbatas di Sekolah Negeri, 6.000 Siswa Batam Terancam Tak Dapat Tempat di Sekolah Negeri

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam Tri Wahyu Rubianto. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos.

batampos – Pemerintah Kota (Pemko) Batam mencatat sebanyak 6.000 calon siswa yang diperkirakan tidak tertampung di sekolah negeri pada tahun ajaran baru 2025/2026. Kondisi ini terjadi baik di jenjang SD maupun SMP.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Batam, Tri Wahyu Rubianto, mengungkapkan daya tampung SD negeri di 12 kecamatan hanya mencapai 16.636 siswa. Sementara, jumlah lulusan TK dan satuan pendidikan sejenis yang akan melanjutkan ke SD mencapai 19.010 anak.

“Untuk jenjang SD ada selisih kurang lebih 3.000 anak. Ini tidak akan jadi masalah jika sebagian mendaftar ke sekolah swasta,” kata dia, Senin (26/5).

Hal serupa juga terjadi di jenjang SMP. Jumlah lulusan SD yang akan melanjutkan ke tingkat SMP mencapai sekitar 21 ribu siswa, sementara daya tampung SMP negeri hanya 16.566 siswa.

“Selisihnya mencapai 5.000-an anak. Tapi kami optimistis, apabila orang tua tidak memaksakan ke sekolah negeri, semua anak bisa tertampung, karena banyak pilihan sekolah swasta di Batam,” tambahnya.

Tri memperkirakan, jika transisi ke sekolah swasta berjalan lancar, maka sekitar 8.000 siswa tetap mendapatkan bangku pendidikan. “Tidak akan ada yang benar-benar tidak mendapat sekolah, selama opsi swasta dipertimbangkan,” tambahnya.

Sebagai langkah jangka menengah, Disdik Batam mulai menyesuaikan kapasitas ruang belajar di sekolah negeri. Di 2025 ini, jumlah siswa per kelas mulai dibatasi maksimal 40-45 siswa.

“Tahun depan kami targetkan bisa turun menjadi 36 sampai 40 siswa per kelas. Harapan jangka panjangnya tentu sesuai aturan Kemendikbud, yakni 28 sampai 32 siswa per kelas,” katanya.

Usulan pembatasan jumlah siswa per kelas itu sudah mendapat persetujuan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Lalu, penerapannya akan dilakukan secara bertahap.

Selain penyesuaian daya tampung, Pemko Batam juga tengah menyiapkan subsidi uang sekolah bagi siswa yang tidak lolos SPMB dan memilih melanjutkan ke sekolah swasta.

“Ini bentuk bantuan kepada orang tua siswa yang tetap ingin menyekolahkan anaknya meski tidak tertampung di sekolah negeri. Kami berharap ini bisa mendorong minat masyarakat ke sekolah swasta,” kata Tri. (*)

Reporter: Arjuna

Update