Sabtu, 10 Januari 2026

LAM Peringatkan Persoalan Sampah di Batam, Dorong Pengelolaan Modern

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Tumpukan samapah di tepi Jalan Pemuda Batam Kota, Minggu (16/11). Menkipun sudah ada himbauan untuk tidak membuang sampah sembarangan namun masih ada warga yang membuang samapah di lokasi tersebut. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Batam mengeluarkan peringatan keras terkait persoalan sampah yang kian menumpuk di berbagai titik kota. Di tengah gencarnya pembangunan dan arus investasi, LAM menilai Batam justru berada dalam situasi yang mengkhawatirkan, yakni darurat sampah.

Ketua LAM Kota Batam, YM Dato’ Wira Setia Utama Raja Haji Muhammad Amin, menegaskan bahwa kondisi ini bukan lagi sekadar masalah kebersihan, melainkan ancaman serius bagi citra Batam sebagai kota modern dan tujuan investasi.

“Di mana-mana sekarang kita lihat sampah berserakan. Ini tidak bisa dianggap sepele, karena sangat mempengaruhi wibawa kota,” ujarnya.

Ia menekankan, predikat Bandar Madani yang disandang Batam seharusnya tercermin pada perilaku warganya. “Makna madani itu adalah harmoni, tertib, dan bersih. Kalau sampah saja tidak kita urus, hilang nilai itu,” kata Dato’ Amin.

Baca Juga: Jalan Tembus Botania–Central Hills Rampung Lebih Cepat, Serah Terima Akhir November

LAM Batam mengaku sudah berkomunikasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kota. Dato’ Amin menjelaskan bahwa banyaknya sampah yang tak terangkut disebabkan armada pengangkut yang rusak hingga keterbatasan lahan TPA Telaga Punggur.

“Lori-lori antre panjang di TPA karena lahannya terbatas. Sementara produksi sampah terus meningkat seiring penduduk yang kini sekitar 1,3 juta jiwa,” jelasnya.

Keterbatasan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di banyak wilayah juga membuat warga membuang sampah di pinggir jalan atau kontainer yang kapasitasnya tidak memadai.

“Kontainer besar itu volumenya tak cukup, akhirnya meluber ke jalan,” tambahnya.

Ia juga menyoroti lemahnya penegakan Perda terkait larangan membuang sampah sembarangan.

“Perda sudah ada, tapi law enforcement belum berjalan. Edukasi masyarakat juga harus diperkuat,” tegasnya.

Baca Juga: Lampu Merah Simpang Calista Mati Total Gegara Kabel Dicuri, Lalu Lintas Kacau

LAM menilai Batam perlu membuka diri terhadap teknologi modern, termasuk pengelolaan sampah menjadi energi.

“Saya dapat informasi di Singapura sampah mereka diolah jadi listrik dan bahkan material lain seperti semacam pasir. Kita harus belajar dari itu,” kata Dato’ Amin.

Ia menyebut sudah ada investor yang melirik peluang tersebut di Batam.“Ada para investor yang melihat sampah ini sebagai potensi. Kenapa tidak kita duduk bersama. Bisa saja dari sana muncul solusi,” tutupnya. (*)

 

Reporter: Rengga Yuliandra

Update