
batampos – Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di sepanjang Jalan Raja Isa, Batam Centre, dari depan Kantor Pertamina hingga Simpang Kalista kembali padam. Kondisi ini telah berlangsung selama beberapa hari terakhir, memicu kekhawatiran warga yang melintas di kawasan tersebut, terutama pada malam hari.
Seorang pengendara motor, Andi, 34, mengaku cemas setiap kali melintas di jalan tersebut. Menurutnya, padamnya lampu PJU ini membuat jalanan menjadi gelap. Sangat berbahaya bagi pengendara, apalagi banyak kendaraan berat yang lewat.
“Kami khawatir terjadi kecelakaan atau tindak kriminal,” ujar Andi, Rabu (4/12).
Pantauan di lokasi pada Selasa malam (3/12), ruas jalan tampak gelap gulita tanpa penerangan, sehingga pengguna jalan harus ekstra hati-hati. Minimnya penerangan membuat visibilitas pengendara berkurang, terutama saat cuaca buruk seperti hujan. Selain itu, jalan ini juga sering dilalui kendaraan berat seperti truk dan kontainer, menambah potensi bahaya kecelakaan.
Baca Juga: Pemindahan Operasional Kapal Pelni ke Terminal Bintang 99 Ditunda, Ini Alasannya
Warga berharap pemerintah daerah dapat memberikan solusi jangka panjang untuk mencegah masalah serupa terulang di kemudian hari. “Jangan sampai perbaikan hanya bersifat sementara. Harus ada pemeliharaan rutin supaya lampu jalan ini benar-benar berfungsi secara optimal,” ujar Andi.
Senada dengan Andi, warga sekitar, Rini menyebut bahwa padamnya lampu jalan sudah sering terjadi di area tersebut. Ia berharap pemerintah segera memperbaiki kondisi ini.
“Kami sudah sering mengalami hal ini. Kalau malam, apalagi perempuan seperti saya, lewat sini rasanya takut. Bukan hanya bahaya kecelakaan, tapi juga takut ada yang berniat jahat,” katanya.
Menurut Rini, jalur tersebut sempat mendapatkan perhatian beberapa bulan lalu ketika lampu jalan sebelumnya diperbaiki. Namun, ia menyayangkan bahwa masalah ini kembali terulang tanpa ada pemberitahuan kepada masyarakat.
Dihubungi terpisah, Kepala Bidang PJU Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Batam, Kukuk, mengatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait padamnya lampu PJU di lokasi tersebut. Berdasarkan hasil pengecekan awal, sebagian besar lampu sebenarnya masih menyala, tetapi terdapat beberapa titik yang mati karena material atasnya harus diganti.
Baca Juga: Dua Bulan, Polisi Tindak 13 Kasus dan Deteksi 228 Situs Judol di Batam
“Segera dilakukan setelah penggantian kabel di hampir semua lokasi. Gantian soalnya pakai crane skylift,” ujar Kukuk.
Ia menambahkan bahwa perbaikan lampu PJU di area ini termasuk dalam prioritas dinas. Namun, prosesnya membutuhkan waktu karena melibatkan peralatan khusus dan pergantian material yang cukup kompleks.
“Terima kasih atas laporan warga. Kami terus berupaya mempercepat perbaikan untuk memastikan jalan ini kembali aman bagi pengendara,” tambahnya.
Padamnya lampu PJU bukan hanya berdampak pada keselamatan pengendara, tetapi juga menciptakan rasa tidak nyaman bagi masyarakat. Jalan yang gelap gulita meningkatkan risiko kriminalitas seperti penjambretan atau perampokan, terutama bagi pengendara yang melintas sendirian pada malam hari. (*)
Reporter: Rengga Yuliandra



