batampos- Lanud Hang Nadim berkoordinasi ke Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah II Medan Guna Penyelidikan Pesawat Milik Perusahaan Malaysia yang Langgar Kedaulatan NKRI. Ini karena pesawat asal Malaysia itu diketahui, tidak memiliki izin memasuki wilayah kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sebelumnya pesawat asing tersebut memilih menyerahkan diri dan mengikuti arahan dari MCC Cengkareng untuk force down di Lanud Hang Nadim, Batam.

“Kami menyiagakan pasukan Hanlan, dengan melaksanakan protap penanganan force down di Bandara Hang Nadim Batam,” kata Komandan Pangkalan TNI AU (Danlanud) Hang Nadim Letkol Pnb Iwan Setiawan, Sabtu (15/5).
Masuknya pesawat asing tanpa izin ke dalam wilayah kedaulatan NKRI ini, bermula dari pantauan Satuan Radar 213 Tanjung Pinang yang mendeteksi keberadaan pesawat tersebut.Temuan ini dilaporkan ke komando atas. Lalu, TNI AU menyiagakan satu pesawat tempur jenis F-16 di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, untuk melaksanakan intersepsi.
BACA JUGA: Pesawat Asing Dipaksa Mendarat di Batam
Intersepsi ini tidak jadi dilakukan. Sebab, pilot dan kru pesawat mentaati semua instruksi. Komando Sektor Ibu Kota Negara (Kosek IKN) meminta pesawat ini kembali dari Kuching, Malaysia. Namun, mempertimbangkan bahan bakar pesawat, Panglima Komando Operasi Udara Nasional (Pangkoopsudnas) memerintahkan pesawat mendarat di Lanud Hang Nadim, Batam
Iwan mengatakan jelang pesawat tersebut mendarat, sudah disiagakan mobil VCP Lanud Hang Nadim dan mobil AMC bandara. Begitu pesawat mendarat, petugas KKP Bandara melakukan pengecekan kesehatan pilot dan krunya. Petugas juga melakukan pengecekan Covid-19.
“Kami juga melakukan pemeriksaan dokumen penerbangan, serta ada pemeriksaan paspor oleh imigrasi bandara. Bea Cukai dan karantina melakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan kru pesawat. Namun tidak ditemukan barang-barang yang berbahaya,” ungkap Iwan.
Dari hasil pemeriksaan, pesawat ini tidak dilengkapi dengan flight clearance dan flight approval. Atas temuan ini, Lanud Hang Nadim berkoordinasi dengan melaporkan ke Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah II Medan, guna penyelidikan lebih lanjut.
Pesawat dengan tipe DA62 dengan nomor registrasi G-DVOR dijadwalkan take off dari WBGG (Kuching) menuju WMKJ (Johor Bahru). Pesawat ini diketahui milik perusahaan di Malaysia, sedang melakukan misi kalibrasi alat bantu navigasi pesawat oleh pilot perusahaan FCSL Inggris. (*)
Reporter: Juanda



