batampos – Usai banjir yang sempat melanda wilayah Batuaji, kondisi drainase di sejumlah titik kini dipenuhi tumpukan sampah rumah tangga. Pemandangan ini terlihat jelas di sepanjang drainase induk sekitar Simpang Taman Makam Pahlawan Bulan Gebang, Batuaji, Batam.
Drainase di kedua sisi jalan utama kawasan tersebut tampak sesak oleh berbagai jenis sampah. Sampah-sampah itu menumpuk di bibir gorong-gorong dan tersangkut pada instalasi pipa maupun kabel yang melintang di dalam drainase, sehingga menghambat aliran air.
Jenis sampah yang paling mendominasi adalah plastik, seperti botol minuman, bungkus makanan, hingga kantong plastik sekali pakai. Kondisi ini sangat memprihatinkan karena tumpukan sampah yang menyumbat drainase dapat memperparah potensi banjir saat hujan kembali turun.
Pengguna jalan menyayangkan kondisi ini. Mereka menilai tumpukan sampah yang tidak kunjung dibersihkan menjadi penyebab utama air tidak bisa mengalir dengan lancar.
“Nggak cuma di jalan, di perumahan juga, bahkan di dalam drainase pun penuh dengan sampah,” ujar Imran, warga Batuaji.
Menurut warga, penumpukan sampah di dalam drainase tidak lepas dari kebiasaan membuang sampah sembarangan di lingkungan perumahan. Ketika tidak ada pengelolaan sampah yang baik, masyarakat akhirnya membuang ke luar, dan sampah pun berserakan hingga ke saluran air.

(f. Eusebius / Batam Pos)
Persoalan ini dinilai sangat serius oleh warga sekitar. Jika tidak segera ditangani, bukan tidak mungkin banjir yang lebih parah bisa terjadi sewaktu-waktu. Terlebih saat musim hujan, air dari hulu akan terus mengalir tanpa bisa ditampung oleh drainase yang tersumbat.
Selain masalah sampah, warga juga menyoroti keberadaan instalasi kabel dan jaringan pipa di dalam drainase. Instalasi tersebut tidak hanya mengganggu estetika, tetapi juga mempersempit ruang aliran air dan memicu penyumbatan di beberapa titik.
“Kami minta ada penertiban dan penataan ulang instalasi pipa serta kabel. Jangan sampai saluran air justru berubah fungsi dan jadi sumber masalah,” kata Arman, warga lainnya yang ditemui di lokasi.
Warga berharap pemerintah segera turun tangan untuk membersihkan dan menata ulang sistem drainase, termasuk mengatur kembali instalasi jaringan utilitas. Mereka juga meminta adanya edukasi kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan. (*)
Reporter: Eusebius Sara



