Jumat, 2 Januari 2026

Lapor Pak Wali, Harga Sayur dan Daging Masih Tinggi

spot_img

Berita Terkait

spot_img

batampos – Harga sejumlah bahan pangan seperti sayur-mayur dan daging masih belum menunjukkan penurunan signifikan pasca Lebaran. Pantauan di dua pasar tradisional utama di Kota Batam, yakni Pasar Sagulung dan Pasar Fanindo Batuaji, menunjukkan bahwa harga masih berada di kisaran tinggi, mirip dengan saat momen hari raya.

Harga daging sapi masih bertahan di angka Rp95 ribu per kilogram. Begitu juga dengan daging ayam yang masih bertengger di kisaran Rp42 ribu per kilogram. Kondisi ini membuat banyak warga harus berpikir ulang untuk membeli dalam jumlah banyak.

Sayur-sayuran seperti bayam, kangkung, dan sejenisnya dijual dengan harga antara Rp20 ribu hingga Rp22 ribu per kilogram. Sementara sawi dijual seharga Rp28 ribu per kilogram. Harga sayur ini naik hampir dua kali lipat dari harga normal yang biasanya hanya sekitar Rp10 ribu hingga Rp18 ribu per kilogram.

“Masih sama dengan harga saat Lebaran kemarin. Sayuran masih tinggi, padahal biasanya setelah Lebaran mulai turun,” kata Erni, pedagang sayur di Pasar Sagulung, Senin (7/4).

Hal senada disampaikan oleh Aldi, pedagang daging di Pasar Fanindo Batuaji. Menurutnya, harga daging, baik sapi maupun ayam, belum mengalami penurunan sejak beberapa minggu terakhir. “Masih sama dengan harga saat Lebaran. Permintaan mulai normal, tapi harga belum turun,” ujarnya.

Namun, ada sedikit kabar baik dari sisi bumbu dapur. Beberapa komoditas mulai menunjukkan tanda-tanda stabil, seperti cabai yang sempat melambung kini telah turun ke angka Rp60 ribu per kilogram. Meskipun begitu, beberapa bahan lain seperti santan kelapa masih tinggi, berada di kisaran Rp45 ribu hingga Rp50 ribu per liter.

Tingginya harga kebutuhan pokok ini masih menjadi keluhan utama di kalangan ibu rumah tangga. Mereka merasa terbebani dengan pengeluaran harian yang meningkat, terlebih setelah momen Lebaran yang memang identik dengan lonjakan konsumsi.

“Saya harap pemerintah bisa segera mengontrol kembali harga kebutuhan pokok ini. Kalau terus seperti ini, kami yang paling merasakan dampaknya,” ujar Erni, seorang ibu rumah tangga yang berbelanja di Pasar Sagulung. (*)

 

Reporter: Eusebius Sara

Update