Kamis, 15 Januari 2026

Lapor Pak, Warga Batuaji Khawatir Longsor Susulan

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Warga masih dihantui rasa takut terjadi longsor kembali.
(F. Eusebius Sara / Batam Pos)

batampos – Warga yang tinggal di sekitar perbatasan permukiman Genta III dan kawasan ruko di Kelurahan Kibing, Kecamatan Batuaji, masih dihantui rasa waswas akibat longsor yang terjadi pada awal Januari lalu. Hingga kini, belum ada perbaikan signifikan di lokasi tersebut, sementara ancaman longsor susulan terus membayangi, terutama saat hujan deras mengguyur.

Tebing yang longsor akibat hujan deras awal tahun ini masih dalam kondisi rawan. Struktur tanah yang labil dan curah hujan tinggi meningkatkan potensi longsor lanjutan. Jika hal itu terjadi, dampaknya bisa lebih parah, mengancam deretan rumah di atas tebing serta ruko di bagian bawahnya.

Warga sekitar, terutama mereka yang bermukim atau memiliki usaha di lokasi tersebut, mengaku cemas. Amri, seorang warga yang menempati ruko di bawah tebing, mengatakan bahwa setiap kali hujan deras, ia dan beberapa warga lain terpaksa meninggalkan tempat tinggal serta lokasi usaha demi menghindari kemungkinan terburuk.

“Kami selalu waswas kalau hujan turun. Kadang-kadang harus mengungsi sementara karena takut longsor lagi,” ujar Amri. Ia berharap ada tindakan nyata dari pihak terkait sebelum bencana yang lebih besar terjadi.

Jamal, warga yang rumahnya berada di atas tebing, juga mengungkapkan kekhawatiran serupa. Menurutnya, longsor yang terjadi pada Januari lalu telah memutus akses jalan masuk ke beberapa rumah warga. Bahkan, ada beberapa rumah di pinggir tebing yang sudah terkena dampak langsung.

“Tanah di tebing ini sudah semakin terkikis. Jika tidak segera diperbaiki, rumah-rumah di atas bisa runtuh sewaktu-waktu,” kata Jamal. Ia berharap pemerintah segera mengambil tindakan sebelum kondisi semakin memburuk.

Persoalan ini memang membutuhkan penanganan serius. Lereng tebing yang panjang dan tinggi dinilai semakin mengkhawatirkan. Para warga menilai bahwa pemasangan dinding penahan seperti bronjong atau batu miring menjadi solusi mendesak untuk mencegah longsor susulan yang lebih besar.

Pihak Kecamatan Batuaji mengaku sudah menyampaikan keluhan warga ini kepada Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam. Namun, hingga saat ini, belum ada langkah nyata yang terlihat di lapangan.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Suhar, mengatakan bahwa perbaikan akan dilakukan sesuai dengan ketersediaan anggaran.

“Kami sudah menerima laporan, dan perbaikan akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan prioritas serta anggaran yang ada,” katanya.

Namun, warga berharap pemerintah bergerak lebih cepat. Jika longsor susulan terjadi, dampaknya bisa sangat fatal bagi masyarakat sekitar. Mereka mendesak agar tindakan pencegahan segera dilakukan sebelum lebih banyak rumah dan tempat usaha terdampak. (*)

 

Reporter: Eusebius Sara

 

Update