batampos- Dua unit Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kawasan Sagulung dan Batuaji disegel Dinas Perindustian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam. Penyegelan ini dilakukan setelah pihak SPBU melayani pembelian solar yang tidak sesuai dengan sistem fuel card Brizzi seperti yang dianjurkan pemerintah.

Pompa solar yang disegel oleh Disperindag Kota Batam..
Anggota Komisi II DPRD Kota Batam, Rubina Situmorang mendukung upaya penyegelan yang dilakukan oleh Disperindag Kota Batam. Kata dia, dalam hal ini Disperindag harus bertindak tegas dalam penyaluran BBM yang telah disubsidi oleh pemerintah tersebut.
“Satu kartu Brizzi itu memang hanya untuk satu mobil dan itu harus sesuai dengan plat nomor kendaraan kita,” ujar Rubina, Kamis (24/2).
Ia mengungkapkan, dirinya juga mempunyai kendaraan yang menggunakan BBM jenis solar. Sehingga, satu kartu Brizzi hanya digunakan untuk satu kendaraan.
“Itu memang perlu ditindak, jangan sampai terulang lagi seperti dulu. Akhirnya, solar itu langka karena permainan,” katanya.
BACA JUGA: Layani Pembelian Tak Sesuai Aturan Pakai Fuel Card Brizzi, Pompa Pengisian Solar di 2 SPBU Disegel
Untuk itu, ia mengimbau kepada SPBU lain di Kota Batam disiplin dan sesuai dengan prosedur dalam penyaluran BBM jenis solar. Agar tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat banyak.
Sebab, sistem fuel card Brizzi seperti yang dianjurkan pemerintah ini bertujuan agar BBM bersubsidi itu bisa tepat sasaran dan tidak terjadi kelangkaan.
“Jangan untuk kepentingan diri sendiri akhirnya masyarakat dirugikan. Jadi jangan sampai mengganggu masyarakat banyak,” imbuhnya.
Dalam berita sebelumnya, dua SPBU yang disegel tersebut adalah SPBU 728 Simpang Tobing dekat Aviari dan SPBU 709 Codo, Sagulung.
Kepala Disperindag Kota Batam, Gustian Riau mengatakan, penyegelan pompa solar bersubsidi dilakukan saat timnya melakukan sidak pada Selasa (22/2).
Dimana petugas dari dua SPBU tersebut kedapatan tak mengikuti aturan yang telah ditetapkan. Petugas diduga tak melakukan pengecekan kartu Brizzi solar saat ada pembelian solar bersubsidi.
Padahal, pengendara tersebut memakai kartu Brizzi yang tidak sesuai dengan pelat nomor kendaraanya. Bahkan, ada pengendara mobil yang memiliki 2 hingga 3 kartu Brizzi.
“Jadi, petugas ini asal isi saja, mereka tak melakukan pengecekan. Ada juga kartunya sudah mati, tapi tetap dilayani,” kata Gustian. (*)
Reporter : Eggi Idriansyah



