
batampos – Proses penyelidikan terkait kasus ledakan kapal MT Federal II di galangan PT ASL Shipyard, Tanjunguncang, kembali mengalami perkembangan. Hingga Jumat (7/11/2025), jumlah saksi yang diperiksa telah mencapai 38 orang, seiring upaya polisi mengerucutkan keterangan untuk memperjelas konstruksi peristiwa.
Kapolresta Barelang Kombes Pol Zaenal Arifin mengatakan, proses pendalaman keterangan saksi masih terus dilakukan untuk memperkuat pembuktian dan memastikan arah penetapan tersangka benar-benar berdasarkan fakta hukum. “Saat ini sudah ada 38 orang yang diperiksa. Penetapan tersangka masih belum, karena kami masih membutuhkan kecocokan fakta dari lapangan,” ujarnya.
Zaenal menjelaskan, jumlah saksi yang diperiksa sempat mencapai 43 orang. Namun, dalam penyelidikan lanjutan, pihak kepolisian melakukan penyaringan kembali agar keterangan yang dikumpulkan lebih spesifik dan relevan. “Penyelidikan itu berkembang. Data yang ada kita kerucutkan kembali untuk fokus pada informasi yang punya keterkaitan kuat dengan penyebab kejadian,” katanya.
Baca Juga: Polisi Belum Temukan Fakta Dugaan Kecelakaan Kerja Terbaru di PT ASL Marine Shipyard
Polisi saat ini juga masih menunggu hasil resmi penelitian Laboratorium Forensik (Labfor) yang menjadi bagian penting dalam menentukan konstruksi hukum peristiwa. Hasil Labfor diperlukan untuk memastikan penyebab ledakan dan titik awal api, termasuk sistem keselamatan kerja yang berlaku saat kejadian.
“Penetapan tersangka tidak bisa tergesa-gesa. Kita menunggu sinkronisasi data teknis dari Labfor dengan keterangan saksi-saksi,” ujar Zaenal. Ia menegaskan bahwa penyelidikan dilakukan menyeluruh, tidak hanya kepada pihak subkontraktor, namun juga manajemen utama galangan dan semua pihak yang memiliki tanggung jawab pengawasan.
Kasus ledakan kapal MT Federal II sebelumnya menewaskan 14 pekerja dan melukai puluhan lainnya. Sebagian korban mengalami luka bakar parah dan trauma inhalasi, di mana beberapa di antaranya sempat dirawat intensif di rumah sakit sebelum meninggal dunia.
Peristiwa ini menjadi sorotan luas, mengingat insiden serupa juga pernah terjadi di perusahaan yang sama beberapa bulan sebelumnya. Publik, keluarga korban, hingga serikat pekerja terus mendesak agar penanganan kasus ini dilakukan secara transparan dan tidak berhenti pada pekerja lapangan saja.
“Kami memastikan proses ini berjalan profesional dan terbuka. Hasilnya akan kami sampaikan setelah pemeriksaan teknis dan keterangan saksi-saksi selesai dipadukan,” tutup Kapolresta. (*)
Reporter: Eusebius Sara



