
batampos – Deretan kafe estetik dengan panorama laut terbuka kian menjamur di kawasan pesisir Ocarina, Kota Batam. Dalam empat bulan terakhir, kawasan ini perlahan menjelma menjadi magnet baru wisata kuliner dan ruang bersantai favorit warga, seiring hadirnya sejumlah kafe yang mengusung konsep santai, visual memanjakan mata, serta pengalaman menikmati laut dari jarak dekat.
Salah satu yang paling menyedot perhatian pengunjung adalah Lempah Kuning Muara and Bakery. Kafe dua lantai ini mengusung konsep indoor dan outdoor, memungkinkan pengunjung menikmati hembusan angin laut dan pemandangan pantai secara langsung.
Berlokasi tepat di gerbang pintu masuk Pantai Ocarina, kafe ini mampu menampung lebih dari 200 pengunjung dan hampir selalu ramai, terutama menjelang sore hingga akhir pekan.
Lempah Kuning Muara and Bakery merupakan cabang kedua setelah sebelumnya hadir di Bangka Belitung. Kehadirannya di Batam menyasar pasar wisatawan lokal maupun mancanegara, khususnya turis Singapura dan Malaysia, mengingat lokasinya yang berdekatan dengan Pelabuhan Bengkong.
Dalam satu hari, jumlah pengunjung rata-rata mencapai 200 orang, dan bisa melonjak saat akhir pekan atau hari libur.
Daya tarik utama kafe ini terletak pada menu khas Bangka Belitung, terutama lempah kuning atau pindang ikan dengan racikan rempah kuning tanpa santan. Sajian ini menjadi pembeda karena belum banyak ditemukan di kafe-kafe lain di Batam. Cita rasa segar dan ringan menjadi alasan pengunjung datang kembali.
Selain itu, tersedia pula menu unik seperti cumi masak hitam, aneka ikan bakar bumbu kuning, serta pilihan seafood segar yang bisa dipilih langsung oleh pengunjung. Jenis ikan yang disajikan cukup beragam, mulai dari kakap merah, katarap, baronang, lebang, selar, pari, hingga tenggiri. Harga ikan dibanderol per ons, berkisar antara Rp15 ribu hingga Rp28 ribu, menyesuaikan jenis dan ukuran.
Tak hanya seafood, kafe ini juga menyediakan menu favorit lain seperti ayam bawang, tahu cabe garam, aneka minuman segar, kopi, serta bakery yang cocok dinikmati saat pagi atau sore hari. Konsep “datang, memilih, lalu menikmati” menjadi pengalaman tersendiri bagi pengunjung.
Sementara itu, Iban Gunawan, pemuda asli Melayu yang berdomisili di Bengkong, mengaku kerap memilih kawasan Ocarina sebagai tempat menghabiskan waktu luangnya. Menurutnya, suasana pantai dan hamparan laut yang bisa dinikmati langsung memberikan rasa tenang yang sulit ditemukan di tempat lain.
Ia menyambut positif kehadiran kafe-kafe baru di kawasan tersebut. Bagi Iban, Ocarina kini bukan sekadar tempat nongkrong, tetapi juga ruang untuk melepas penat.
“Hampir setiap hari saya ke sini,” ujarnya. Ia biasa menghabiskan waktu santai bersama pasangan, keluarga, maupun sahabat, sambil menikmati semilir angin laut dan suasana sore yang menenangkan.
Manager Lempah Kuning Muara and Bakery, Andri Syahputra, mengatakan kafe tersebut dikunjungi berbagai kalangan, mulai dari anak muda, keluarga, hingga wisatawan asing. Menurutnya, ciri khas lempah kuning dengan bahan yang sehat dan tanpa santan menjadi identitas kuat kafe ini.
“Masakan lempah kuning ini bisa dibilang satu-satunya di Batam. Bahannya sehat, tidak memakai santan. Itu yang membuat orang penasaran, datang mencoba, lalu kembali lagi,” ujarnya kepada Batam Pos, Rabu (14/1) siang.
Selain Lempah Kuning Muara and Bakery ada juga kafe lain di sampingnya, turut meramaikan kawasan Ocarina. Kafe ini kerap menjadi pilihan anak muda karena desainnya yang estetik dan pemandangan laut yang terbuka, terutama saat matahari terbenam.
Secara keseluruhan, pertumbuhan kafe di kawasan Ocarina turut membuka lapangan kerja bagi warga sekitar. Lempah Kuning Muara and Bakery sendiri mempekerjakan sekitar 25 karyawan dengan latar belakang yang beragam.
Fasilitas pendukung juga menjadi nilai tambah. Kafe ini menyediakan musala bagi pengunjung. Menjelang bulan Ramadan, tempat ini diproyeksikan menjadi salah satu lokasi favorit untuk buka puasa bersama, karena pengunjung dapat langsung melaksanakan ibadah tanpa harus mencari tempat lain. (*)



