
batampos – Pemerintah Kota Batam terus mendorong masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan sejak dini. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digelar di seluruh puskesmas. Program ini tak hanya memberikan layanan pemeriksaan dasar tanpa biaya, tetapi juga mencakup deteksi dini penyakit serius seperti kanker payudara dan kanker serviks.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, mengatakan deteksi dini menjadi kunci dalam menekan risiko kematian akibat kanker. Melalui program CKG, warga diberi kemudahan untuk mengetahui kondisi kesehatannya secara menyeluruh, bahkan sebelum muncul gejala yang mengkhawatirkan.
“Kanker merupakan penyakit yang memerlukan penanganan sejak dini. Lewat CKG, warga bisa melakukan deteksi awal tanpa harus menunggu gejala muncul,” kata Didi.
Program ini mulai digelar sejak 3 Februari 2025 dan telah menjangkau 21 puskesmas di Kota Batam, termasuk di kawasan hinterland seperti Belakang Padang dan Mentarau. Hingga awal April, tercatat 1.496 warga telah memanfaatkan layanan ini.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Batam, Meldasari, menyampaikan bahwa pelaksanaan CKG akan kembali dilanjutkan setelah libur Lebaran, yakni mulai 8 April mendatang. Ia menyebut program ini bersifat skrining atau pemeriksaan awal, bukan pengobatan.
“Kalau hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kelainan atau di luar batas normal, maka pasien akan dirujuk ke rumah sakit atau diberikan penanganan lanjutan di puskesmas,” jelas Meldasari.
Dari total peserta, kelompok usia 40–59 tahun mendominasi jumlah partisipasi, yakni sebanyak 254 orang. Mereka menjalani berbagai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, kolesterol, serta skrining kanker bagi peserta perempuan.
Yang menarik, hasil pemeriksaan CKG ini langsung tercatat dalam Rapor Kesehatan digital melalui aplikasi Satu Sehat Mobile. Akses data ini bersifat terbatas dan hanya bisa dilihat oleh pasien serta tenaga medis yang menangani.
“Semua data masuk ke aplikasi dan bersifat rahasia. Hal ini memudahkan pemantauan kesehatan jangka panjang oleh puskesmas,” tambah Meldasari.
Program CKG merupakan bagian dari layanan preventif yang terus digalakkan Pemko Batam sebagai bentuk investasi kesehatan masyarakat. Dengan deteksi dini, diharapkan risiko komplikasi atau biaya pengobatan mahal akibat keterlambatan penanganan bisa ditekan secara signifikan. (*)
Reporter: Rengga Yuliandra



