Sabtu, 10 Januari 2026

Li Claudia: Akses TPA Sudah Dibeton, TPST Masih Kekurangan Lahan

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Li Claudia Chandra meninjau pengelolaan sampah dan akses menuju TPA Telaga Punggur di Nongsa, Batam.
Wakil Wali Kota Batam sekaligus Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra meninjau TPS dan akses menuju TPA Telaga Punggur saat survei pengelolaan sampah di Kecamatan Nongsa. F. Arjuna/Batam Pos

batampos – Pemerintah Kota (Pemko) Batam bersama BP Batam melakukan survei lapangan di sejumlah titik di Kecamatan Nongsa, Rabu (7/1). Peninjauan ini dipimpin Wakil Wali Kota Batam sekaligus Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, untuk memantau perkembangan penanganan sampah sekaligus mencari opsi lokasi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).

Li Claudia mengatakan, survei difokuskan pada pembaruan kondisi tempat penampungan sementara (TPS) serta akses menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Telaga Punggur. Salah satu titik rawan kemacetan, yakni jalan tanjakan menuju TPA, kini telah rampung dibeton.

“Kemarin saya meninjau lokasi TPS sementara sekaligus pembaruan kondisi TPA Telaga Punggur. Jalan tanjakan yang selama ini menjadi salah satu penyebab kemacetan kini sudah kami beton,” ujar Li Claudia, Jumat (9/1).

Baca Juga: Realisasi IMTA Batam Tembus Rp44,8 Miliar, Target 2026 Naik Jadi Rp50 Miliar

Ia menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen mempercepat berbagai solusi penanganan sampah di Batam.
“Kami terus berkomitmen dan tetap semangat menyelesaikan persoalan sampah di Kota Batam. Batam bersih bukan lagi sekadar harapan, melainkan tujuan kita bersama,” katanya.

Sementara itu, Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam Mouris Limanto menyampaikan, survei lapangan menemukan beberapa opsi lahan yang berpotensi digunakan sebagai lokasi TPST. Namun, ketersediaan lahan masih jauh dari kebutuhan ideal.

“Dari survei kemarin, memang ada beberapa opsi lahan untuk TPST. Namun masih perlu dikaji lebih lanjut. Kebutuhan kita sekitar 4.000 meter persegi, sementara hasil survei baru menemukan sekitar 700 meter persegi,” jelas Mouris.

Ia menambahkan, BP Batam akan berdiskusi lebih lanjut dengan tim lahan serta membuka peluang dukungan dari pelaku usaha melalui skema corporate social responsibility (CSR) untuk penyediaan lahan.

“Kami berharap ada pengusaha yang bersedia mendukung melalui CSR dengan menyediakan lahan. Dua ribu meter persegi sebenarnya masih bisa diolah, tetapi kurang maksimal karena keterbatasan lahan di Batam,” ujarnya.

Baca Juga: Tiga Tahun Beruntun Puskesmas Tanjung Buntung Terbaik se-Kota Batam

Menurut Mouris, kolaborasi dengan pihak swasta menjadi penting di tengah keterbatasan lahan dan anggaran pemerintah. “Selama kepemimpinan Pak Amsakar Achmad dan Ibu Li Claudia Chandra, kami terus merangkul pengusaha Batam. Jika hanya mengandalkan anggaran dan birokrasi pemerintah, prosesnya tentu cukup rumit,” katanya.

Survei ini menjadi bagian dari upaya Pemko Batam dan BP Batam untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah sekaligus menjawab berbagai persoalan yang selama ini menghambat operasional TPA dan TPS. (*)

ReporterArjuna

Update