Rabu, 14 Januari 2026

Li Claudia Pacu Standarisasi TPS BIN Tertutup

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Li Claudia Chandra saat meninjau pembangunan TPS BIN sampah tertutup, Kamis (11/12).

batampos – Wakil Wali Kota Batam sekaligus Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, kembali meninjau pembangunan TPS BIN sampah tertutup, Kamis (11/12), sebagai bagian dari upaya percepatan transformasi sistem pengelolaan sampah di kota ini. Peninjauan kali ini berfokus di Kecamatan Sekupang, salah satu wilayah dengan jumlah pembangunan TPS BIN terbanyak pada tahap awal.

Didampingi tim teknis dari Dinas Lingkungan Hidup, Dinas CKTR, BP Batam, serta jajaran kecamatan dan kelurahan, ia memeriksa sejumlah aspek krusial yang menjadi standar baru pembangunan TPS BIN. Mulai dari kesiapan lahan, akses jalan, ketersediaan utilitas, hingga kondisi lingkungan, seluruh elemen diverifikasi secara detail agar fasilitas yang dibangun benar-benar memenuhi kebutuhan sistem persampahan modern.

“TPS BIN tertutup ini bukan hanya tempat pembuangan. Kita siapkan sistem pengelolaan yang terintegrasi. Sampah organik dan nonorganik akan dipisahkan sejak awal agar proses pengolahannya lebih efektif dan ramah lingkungan,” katanya.

Baca Juga: Kendaraan FTZ Bisa Dibawa Keluar Batam Saat Mudik Nataru

Konsep TPS BIN tertutup menghadirkan standar pengelolaan baru yang berbeda dari TPS konvensional. Fasilitas ini dirancang sebagai pusat pemilahan dan pengolahan awal yang berbasis teknologi, sehingga dapat mengurangi volume sampah yang langsung menuju TPA dan meminimalkan dampak lingkungan di sekitar permukiman.

Li Claudia menyebut, bahwa verifikasi lapangan merupakan langkah sentral sebelum pembangunan dimulai. Di Kecamatan Sekupang sendiri terdapat 11 titik TPS BIN yang tersebar pada 7 kelurahan dengan karakteristik lahan berbeda.

“Setiap lokasi punya tantangan teknis masing-masing. Karena itu, peninjauan langsung memastikan pembangunan yang dilakukan sesuai standar dan bisa berfungsi maksimal,” ujarnya.

Selain aspek teknis, ada juga pertimbangan kondisi sosial masyarakat. Pemilihan titik pembangunan, lanjutnya, harus mengedepankan kenyamanan lingkungan dan tidak menimbulkan gangguan aktivitas warga sekitar.

Baca Juga: Pekerja PT Bandar Abadi Shipyard Alami Kecelakaan Kerja, Alami Luka Bakar

“Pembangunan ini harus memberi manfaat, bukan menimbulkan masalah. Karena itu jarak dengan permukiman dan masukan masyarakat menjadi perhatian utama,” kata Li Claudia.

Transformasi pengelolaan sampah melalui TPS BIN tertutup memang merupakan bagian dari program besar Pemko Batam untuk memperbaiki tata kelola kebersihan kota. Ia berharap, fasilitas terstandar ini mampu mempercepat pencapaian Batam sebagai kota yang bersih, sehat, dan siap menerapkan sistem persampahan modern yang berkelanjutan.

“Ini komitmen bersama. Kita ingin Batam memiliki sistem pengelolaan sampah yang jauh lebih baik, terukur, dan berpihak pada lingkungan,” katanya. (*)

ReporterArjuna

Update