Kamis, 15 Januari 2026

Libur Sekolah, Dapur SPPG Nongsa Fokus Salurkan MBG untuk Ibu dan Balita

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi. Murid SD di Batam menikmati makanan program MBG yang dibagikan di sekolah.

batampos – Selama masa libur sekolah akhir tahun, Dapur Stasiun Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Nongsa 3 Batu Besar menyesuaikan pola produksi Makan Bergizi Gratis (MBG). Dapur yang dikelola Yayasan Kemala Bhayangkari Polda Kepri itu sementara menghentikan distribusi MBG ke sekolah dan memfokuskan pelayanan bagi kelompok rentan.

Kelompok yang menjadi prioritas selama libur sekolah tersebut adalah ibu hamil, ibu menyusui, dan balita atau kelompok B3. Penyesuaian dilakukan seiring berkurangnya aktivitas sekolah dan menyesuaikan arahan dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Kepala Dapur SPPG Nongsa 3 Batu Besar, Eva Andriani, mengatakan meski kegiatan belajar mengajar libur, dapur SPPG tetap beroperasi untuk memastikan kelompok prioritas tetap mendapatkan asupan gizi.

“Selama libur sekolah, kami tetap produksi MBG, tetapi difokuskan untuk kelompok B3. Untuk sekolah sementara tidak kami layani,” ujar Eva.

Baca Juga: Antisipasi Lonjakan Penumpang Libur Nataru di Batam Center, Imigrasi dan Pelabuhan Siaga

Ia menjelaskan, selama periode libur, pendistribusian MBG untuk kelompok B3 dilakukan dua kali dalam sepekan, yakni setiap Senin dan Kamis. Skema distribusi tersebut menyesuaikan pola konsumsi harian penerima manfaat.

“Setiap pengantaran kami berikan satu menu makanan basah siap santap dan dua menu makanan kering untuk kebutuhan hari berikutnya,” jelasnya.

Pada hari Senin, lanjut Eva, penerima mendapatkan satu menu basah untuk dikonsumsi hari itu serta dua menu kering untuk Selasa dan Rabu. Skema serupa juga diterapkan pada hari Kamis, untuk konsumsi Jumat dan Sabtu.

Sementara itu, MBG untuk sekolah tidak didistribusikan karena sebagian besar sekolah tidak bersedia menerima selama libur. Alasannya, banyak siswa dan guru yang pulang kampung sehingga sekolah kesulitan mengatur pendistribusian makanan.

“Kami tidak bisa memaksakan. Sekolah-sekolah di bawah binaan kami memilih tidak menerima selama libur, sehingga produksi kami fokuskan untuk B3,” katanya.

Dapur SPPG Nongsa 3 Batu Besar sebelumnya melayani sebanyak 3.978 penerima manfaat, yang terdiri dari 17 sekolah dan tiga posyandu. Namun sejak 22 Desember 2025, jumlah penerima yang dilayani berkurang menjadi 590 orang dari kelompok B3.

Baca Juga: Mabuk, Pria di Sagulung Dilaporkan Melalui Layanan Call Center Polri 110

Eva menambahkan, pihaknya masih menunggu kepastian dari BGN terkait dimulainya kembali produksi MBG untuk sekolah. Informasi awal menyebutkan jadwal produksi normal akan kembali berjalan pada awal Januari 2026.

“Kami menunggu keputusan resmi dari BGN. Informasi sementara antara tanggal 5 sampai 8 Januari, tapi belum ada penetapan final,” pungkasnya. (*)

ReporterYashinta

Update