
batampos – Harga ayam potong segar di sejumlah pasar tradisional di Batam mulai mengalami penurunan dalam dua pekan terakhir. Turunnya harga diduga dipengaruhi menurunnya permintaan, termasuk dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang ikut berkurang selama masa libur sekolah.
Di Pasar Botania, harga ayam potong saat ini dijual berkisar Rp38 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram. Harga tersebut turun cukup signifikan dibandingkan sebelumnya yang mencapai sekitar Rp45 ribu per kilogram.
Ali, salah seorang pedagang ayam di Pasar Botania, mengatakan penurunan harga sudah terjadi sejak dua pekan terakhir. Menurutnya, harga dari peternak memang sudah lebih rendah dibandingkan sebelumnya.
“Kalau dari peternak memang sudah turun. Mungkin karena permintaan juga menurun, apalagi sekarang masih masa libur sekolah,” ujarnya.
Baca Juga: Ombudsman Soroti PAD Parkir Batam, Titik Parkir Bertambah Tetapi Penerimaan Tak Sejalan
Ia mengaku para pembeli menyambut baik turunnya harga ayam potong. Sebagai pedagang, ia hanya menyesuaikan harga jual dengan harga modal yang diperoleh dari peternak.
“Kalau harga modal turun, kami ikut turunkan. Kalau naik, ya ikut naik juga,” katanya.
Hal senada disampaikan Lastri, salah seorang pembeli. Ia mengaku lega karena harga ayam potong akhirnya turun setelah beberapa bulan bertahan di level tinggi.
“Sejak akhir tahun lalu harganya tinggi terus, jarang di bawah Rp40 ribu per kilogram. Sekarang sudah turun, jadi cukup membantu,” katanya.
Lastri berharap harga ayam potong tetap stabil dan tidak kembali melonjak. Menurutnya, harga yang lebih terjangkau sangat membantu masyarakat, terutama bagi keluarga dengan kondisi ekonomi yang pas-pasan.
“Kalau bisa jangan naik lagi. Lumayan membantu pengeluaran rumah tangga,” ujarnya.
Penurunan harga juga terpantau di Pasar Mustafa, Batam Centre. Di pasar tersebut, ayam potong dijual sekitar Rp39 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram.
Baca Juga: REI Optimistis Pasar Properti Batam Tetap Bergairah, Bidik Transaksi Rp100 Miliar di Expo 2026
Redi, pedagang ayam di Pasar Mustafa, mengatakan penurunan harga juga dipengaruhi berkurangnya permintaan dari pasar. Kondisi itu membuat harga jual dari peternak ikut menurun.
“Dua minggu terakhir permintaan memang berkurang. Dari peternak harganya turun, jadi kami juga menyesuaikan,” katanya.
Sementara itu, sejumlah warga memanfaatkan momentum turunnya harga ayam potong untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Mereka berharap harga kebutuhan pokok, termasuk daging ayam, tetap stabil agar daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih. (*)

