Senin, 12 Januari 2026

Lion Air Group Sebut Penanganan Penundaan Penerbangan di Batam Sesuai Aturan

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Penumpang Super Air Jet yang menunggu pemberangkatan di Bandara Hang Nadim, Minggu (14/12). F.Istimewa

batampos – Area Manager Lion Air Group Wilayah Kepri membenarkan terkait penundaan salah satu penerbangan Super Jet dari Bandara Internasional Hang Nadim Batam ke Jakarta pada Minggu (14/12). Namun ia menegaskan seluruh penanganan terhadap penumpang telah dilakukan sesuai dengan ketentuan dan standar pelayanan yang berlaku.

“Skedul awal pesawat berangkat pukul 17.45. Kami kemudian menyampaikan informasi penundaan keberangkatan sampai pukul 20.30,” ujar Amar saat dikonfirmasi, Minggu (14/12).

Namun hingga waktu tersebut, pesawat belum dapat diberangkatkan. Lion Air Group kembali menyampaikan pemberitahuan kepada penumpang bahwa keberangkatan mengalami penundaan lanjutan hingga pukul 23.00 WIB.

“Penyebab, karena menunggu pesawat dari Jakarta. Ada kendala cuaca dari Jakarta, sehingga keberangkatan ke Batam juga tertunda. Apalagi ini merupakan waktu fix season,” jelasnya.

Baca Juga: Penerbangan Batam–Jakarta Delay Berjam-jam, Penumpang Super Air Jet Ngamuk di Bandara Hang Nadim

Penundaan berjam-jam ini memunculkan pertanyaan dari penumpang, termasuk kemungkinan pengalihan ke penerbangan lain yang masih tersedia pada malam hari. Beberapa penumpang menilai opsi tersebut dapat menjadi solusi agar tidak menunggu terlalu lama.

Menanggapi hal itu, Amar menjelaskan bahwa pengalihan penumpang ke penerbangan lain sangat bergantung pada ketersediaan kursi dan kesiapan operasional maskapai. Tidak semua kondisi memungkinkan dilakukannya pengalihan.

“Kalau memang seat masih ada dan penerbangan memungkinkan, tentu bisa dialihkan. Tapi kalau kursinya tidak mencukupi, maka tidak bisa,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa Lion Air Group tetap bertanggung jawab penuh terhadap penumpang yang terdampak keterlambatan. Seluruh bentuk pelayanan diberikan sesuai regulasi yang mengatur kompensasi akibat penundaan penerbangan.

“Penanganan keterlambatan ini sudah sesuai standar dan aturan. Untuk keterlambatan satu jam kami berikan snack,” katanya.

Selanjutnya, pada keterlambatan dua jam, penumpang diberikan makanan berat atau meals. Ketentuan tersebut merupakan bagian dari prosedur pelayanan yang wajib dijalankan maskapai.

Baca Juga: Polda Kepri Catat Penurunan Laka Lantas Signifikan Selama Operasi Zebra

“Untuk dua jam berikutnya kami berikan makanan berat. Lalu jika keterlambatan mencapai empat jam, kami berikan kompensasi uang sebesar Rp300.000,” ujar Amar.

Menurutnya, kompensasi tersebut telah disiapkan oleh pihak maskapai dan diberikan kepada penumpang yang memenuhi ketentuan sesuai durasi keterlambatan.

Amar juga menyebutkan bahwa pesawat seharusnya dapat diberangkatkan sekitar pukul 20.30 WIB atau setengah sembilan malam. Namun karena kendala yang belum terselesaikan, jadwal kembali mengalami penyesuaian.

“Jadi memang ada dua kali informasi penundaan,” jelasnya. (*)

ReporterYashinta

Update