
batampos – Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, akan melobi Pemerintah Singapura, agar meniadakan kuota VTL (vaccinated travel lane) untuk wilayah Batam dan Bintan. Lobi terhadap Singapura ini akan dilakukan melalui Dubes Indonesia untuk Singapura.
”Saya mendengar langsung Pak Gubernur mengupayakan kuota 700 orang pekan ini dihapuskan. Pak Dubes menyanggupinya dan akan membicarakan permintaan Pak Gubernur ke Menteri Transportasi atau Perhubungan Singapura,” kata Kepala Dinas Pariwisata, Buralimar, kepada Batam Pos, Rabu (23/3).
Ia menyebutkan, kuota 700 orang itu tidak memberikan dampak signifikan terhadap masuknya wisman ke Batam atau Bintan. Sebab, kuota tersebut tak sepenuhnya digunakan oleh wisman, tapi juga para wisnus yang plesiran ke Singapura.
”Wisman menjadi kesulitan untuk pulang (ke Singapura),” ujar Buraimar
Gubernur Ansar, kata Buralimar, juga berencana akan membuka delapan pelabuhan sebagai pintu masuk utama para wisman di Kepri. Sehingga, jika kuota tersebut masih diterapkan, rasanya tidak mungkin melayani wisman atau wisnus yang menuju ke Singapura.
”Gubernur meminta jangan pakai kuota lagi. Sehingga semuanya akan kembali layaknya seperti dulu lagi,” ujarnya.

Sejumlah wisman asal Singapura tampak menuruni fery di Pelabuhan Bandar Bentan Telani (BBT), Lagoi, Jumat (25/2).
Selain Pelabuhan Nongsapura dan Pelabuhan Lagoi, delapan pelabuhan yang dibuka yakni Pelabuhan Nongsa Terminal Bahari, Pelabuhan Internasional Batam Center, Pelabuhan Internasional Sekupang, Pelabuhan Citra Tri Tunas, Pelabuhan Marina Teluk Senimba. Kemudian Pelabuhan Bandar Bentan Telani, Pelabuhan Bandar Seri Udana Lobam, dan Pelabuhan Internasional Sri Bintan Pura.
Para pengelola pelabuhan ini sudah dikumpulkan beberapa waktu lalu di Graha Kepri, Batam. Para pengelola diminta mempersiapkan berbagai saran dan pra sarana, seperti di Pelabuhan Nongsapura atau Lagoi.
”Pelabuhan mesti menetapkan bekerja sama dengan labor mana, rumah sakit rujukan, serta petugas untuk penarikan biaya VoA,” tutur Buralimar.
Persiapan ini juga nantinya, tidak hanya akan menerima wisman dari Singapura tapi juga Malaysia. Buralimar mengatakan pengumuman pembukaan ini setelah ada izin dan persiapan dari pelabuhan yang telah ditentukan selesai.
Buralimar mengatakan, tidak hanya melobi mengenai kuota serta pembukaan pelabuhan-pelabuhan internasional yang ada di Kepri.
”Pak Gubernur juga sedang meminta, agar jumlah pemeriksaan PCR dikurangi,” ungkap Buralimar.
Sebab, untuk memasuki Singapura, tidak lagi menggunakan pemeriksaan PCR. Tapi hanya antigen saja. Sehingga, jika pemeriksaan diganti dengan antigen, dapat menambah dayat tarik wisman datang ke Batam.
”Semuanya dilakukan, agar dapat meningkatkan pariwisata lagi,” tuturnya. (*)
Reporter : FISKA JUANDA
Editor : RYAN AGUNG



