
batampos – Pemerintah Kota (Pemko) Batam resmi meluncurkan logo Hari Jadi Batam (HJB) ke-196 yang sarat makna, menandai awal rangkaian peringatan hari bersejarah bagi kota yang terus tumbuh sebagai pusat industri dan teknologi di perbatasan Indonesia.
Logo tersebut hadir dengan filosofi kuat yang merangkum perjalanan panjang Batam dari masa kolonial hingga menjelma menjadi kota modern berdaya saing.
Desain angka “196” menjadi elemen utama yang mencuri perhatian. Angka tersebut disajikan dalam bentuk garis-garis dinamis yang seolah bergerak maju, mencerminkan ritme perkembangan Batam yang tak pernah berhenti. Visual ini sengaja dipilih untuk menggambarkan bahwa Batam adalah kota yang hidup, progresif, dan memiliki daya dorong kuat menuju masa depan.
Pemilihan elemen garis yang saling terhubung juga bukan tanpa alasan. Pemerintah ingin menunjukkan bahwa perjalanan Batam selama hampir dua abad dibangun di atas fondasi kolaborasi antarpemangku kepentingan. Setiap garis mewakili peran masyarakat, pemerintah, dan sektor industri yang selama ini menjadi tulang punggung perkembangan kota.
Baca Juga: Sah, APBD Batam 2026 Sebanyak Rp4,29 Triliun
Pemaknaan logo semakin diperkaya melalui penggunaan tiga warna utama. Warna biru tua, yang mendominasi komposisi, melambangkan stabilitas, profesionalitas, dan kepercayaan. Biru juga merepresentasikan identitas Batam sebagai kota maritim dengan aktivitas pelabuhan dan industri yang kuat.
Sementara itu, warna kuning emas membawa pesan optimisme dan kejayaan. Pemerintah ingin menekankan bahwa Batam memiliki peluang besar untuk terus tumbuh sebagai pusat ekonomi regional. Warna ini dipilih untuk menggambarkan masa depan kota yang penuh harapan dan potensi.
Elemen warna merah turut memberikan sentuhan energi dan keberanian. Warna ini mencerminkan karakter masyarakat Batam yang dinamis serta kesiapannya menghadapi tantangan global. Secara visual, warna merah memperkuat kesan tegas dan penuh semangat dalam keseluruhan desain logo.
Filosofi “Unggul dan Berdaya Saing” yang menjadi tema HJB tahun ini juga ditanamkan dalam komposisi logo. Struktur yang saling terhubung melambangkan sinergi lintas sektor yang menjadi kunci bagi Batam untuk memantapkan langkah sebagai kota kelas dunia. Tema ini sekaligus menjadi ajakan agar semua pihak meningkatkan kualitas dalam berbagai aspek pembangunan.
Baca Juga: Siswa SMA di Batam Diduga Terafiliasi Jaringan Terorisme, Polda Kepri Lakukan Penelusuran
Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan, peluncuran logo HJB bukan sekadar seremoni visual, tetapi juga pernyataan identitas dan arah pembangunan. Menurutnya, filosofi logo ini mencerminkan tekad Batam untuk terus bergerak maju dalam kompetisi global yang semakin ketat.
“Hari Jadi Batam bukan hanya sebuah perayaan, tetapi refleksi perjalanan panjang dan tekad kita semua untuk melangkah lebih jauh. Logo ini mewakili semangat kota yang terus berkembang,” katanya, Kamis (20/11).
Ia juga mengajak masyarakat dan seluruh instansi untuk berpartisipasi aktif dalam menyemarakkan HJB ke-196. Amsakar berharap pemasangan umbul-umbul, dekorasi, dan atribut HJB dapat menghadirkan suasana meriah di seluruh sudut kota sekaligus memperkuat rasa bangga terhadap Batam.
Untuk memudahkan partisipasi publik, pemerintah telah menyediakan berbagai desain spanduk, banner, dan materi promosi yang dapat diunduh melalui laman resmi HJB di https://harijadi196.batam.go.id/web/.(*)
Reporter: Arjuna



