
batampos – Lokasi longsor di perbatasan RT 04/09 RW 001 Kelurahan Kibing, Kecamatan Batuaji, belum juga mendapat penanganan hingga kini. Warga yang tinggal di sekitar tebing longsor hidup dalam kondisi penuh kekhawatiran, terutama saat hujan turun deras. Longsor awal yang terjadi pada Januari lalu, disusul dengan longsor susulan beberapa hari lalu, telah memutus akses jalan dan mengancam permukiman di kawasan tersebut.
Hamdan, warga yang rumahnya berada persis di tepi tebing, mengaku tak lagi bisa tidur tenang. “Setiap hujan deras saya dan anak harus keluar rumah, pindah ke ruko yang lebih aman. Sudah separuh rumah saya termakan longsor,” ujar Hamdan. Ia mengaku bingung karena belum ada kepastian kapan longsor ini akan ditangani.
Meski peristiwa ini telah diketahui oleh pihak kelurahan, kecamatan, hingga Pemko Batam melalui dinas terkait, belum ada tindakan nyata yang dilakukan di lapangan. Warga menyebut kondisi tebing makin tergerus, dan jika longsor besar kembali terjadi, ruko-ruko di bawah tebing pun terancam ikut tertimbun.
“Kalau tidak segera ditangani, bukan cuma rumah kami yang hilang, ruko-ruko di bawah pun bisa hancur. Kami mohon segera ada langkah nyata,” kata Ahmad, warga lainnya. Ia menambahkan bahwa setiap kali hujan, warga tak hanya waspada, tetapi juga merasa tidak aman untuk tinggal di rumah sendiri.
Sekretaris Camat Batuaji, Anwaruddin, sebelumnya menyampaikan bahwa pihak kecamatan sudah melaporkan kejadian ini ke Dinas Bina Marga dan instansi terkait. Namun hingga kini, belum ada pengerjaan atau peninjauan ulang di lokasi yang terdampak.
Warga berharap pemerintah segera turun tangan dengan solusi nyata, seperti pembangunan penahan tanah atau penguatan struktur tebing. Jika terus dibiarkan, bukan hanya kerugian materil yang akan dirasakan, tapi juga potensi korban jiwa jika longsor besar kembali terjadi. (*)
Reporter: Eusebius Sara



