
batampos – Ketegangan bersenjata antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat memunculkan kekhawatiran serius di kalangan pelaku usaha di Batam. Konflik di kawasan Timur Tengah itu dinilai berpotensi mengguncang stabilitas ekonomi global, terutama apabila berdampak pada jalur distribusi energi dunia seperti Selat Hormuz.
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam, Rafki Rasyid, menyebut eskalasi konflik membuka peluang terjadinya lonjakan harga minyak dunia. Selat Hormuz merupakan jalur vital distribusi energi dari kawasan Teluk yang memegang peranan krusial dalam rantai pasok global.
“Selat Hormuz itu menjadi lalu-lalang sekitar 80 persen minyak dari kawasan Arab. Ketika jalur ini ditutup, hampir bisa dipastikan harga minyak dunia akan melonjak,” katanya, Rabu (4/2).
BACA SELENGKAPNYA di harian.batampos.co.id



