
batampos – Lubang besar yang menganga di Jalan S Parman, tepatnya di jalur dari Mukakuning menuju Seibeduk setelah pintu IV kawasan industri Batamindo, jadi ancaman bagi pengendara. Lubang ini muncul akibat kebocoran pipa air di sisi jalan yang mengalir dan menggenangi ruas jalan, hingga akhirnya menggerus aspal.
Sumardi, warga Seibeduk, menyebut lubang tersebut tergolong baru, namun terus membesar seiring padatnya lalu lintas, terutama kendaraan berat yang melintas setiap hari. “Awalnya kecil, tapi sekarang sudah lebar dan dalam. Ini akibat air dari pipa bocor terus mengalir ke jalan,” ungkapnya, Kamis (24/7).
Alamsyah, warga lainnya, menambahkan bahwa sudah banyak pengendara yang menjadi korban. “Baru dua malam lalu ada pengendara motor yang pulang kerja malam terjatuh karena masuk lubang itu. Sudah sering kejadian seperti ini,” ujarnya prihatin.
Warga setempat berinisiatif menutup lubang dengan ranting pohon dan memberikan tanda peringatan agar pengendara waspada. Namun cara ini dinilai hanya solusi sementara dan tidak cukup melindungi pengguna jalan dari risiko kecelakaan.
Pantauan di lapangan menunjukkan, secara keseluruhan kondisi Jalan S Parman sangat memprihatinkan. Mulai dari simpang Panbil, jalan dipenuhi lubang-lubang kecil dan bergelombang. Meski tampak sepele, kondisi ini sangat mengganggu kenyamanan dan keselamatan berkendara.
Gelombang di badan jalan juga telah beberapa kali menyebabkan kecelakaan, terutama saat hujan turun dan lubang-lubang tertutup genangan air. “Kalau malam dan hujan, lubang tidak kelihatan. Sangat bahaya,” kata Agus, salah satu pengendara ojek online yang biasa melintasi jalan itu.
Warga Seibeduk menilai sudah saatnya pemerintah memberikan perhatian serius terhadap kondisi jalan tersebut. Mengingat Jalan S Parman merupakan akses utama satu-satunya ke wilayah Seibeduk, yang kini sudah menjadi salah satu kecamatan padat penduduk di Batam.
Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Suhar, sebelumnya menyatakan bahwa penanganan kerusakan jalan akan dilakukan melalui sistem tambal sulam terlebih dahulu. “Perbaikan menyeluruh masih menunggu alokasi anggaran yang sesuai,” ujarnya.
Namun warga menilai solusi tambal sulam tidak cukup efektif. Mereka berharap Pemko Batam segera melakukan perbaikan menyeluruh agar jalur utama ini aman dan nyaman digunakan, mengingat risiko kecelakaan yang terus mengintai setiap hari.
Dengan intensitas kendaraan yang tinggi dan pertumbuhan penduduk yang cepat di kawasan Seibeduk, infrastruktur jalan seharusnya menjadi prioritas utama pembangunan demi keselamatan dan kelancaran mobilitas warga. (*)
Reporter: Eusebius Sara



