
batampos – Berbulan-bulan sudah lubang-lubang di Jalan Hang Kesturi, Nongsa, menghantui. Namun, belum ada tanda-tanda perbaikan lubang jalan tersebut. Tak terhitung jumlah korban akibat lubang jalan tersebut. Namun, jalan yang menjadi akses utama ke beberapa kawasan industri ini, tak kunjung juga diperbaiki.
Ada belasan lubang sepanjang 20 meter di Jalan Hang Kesturi tersebut. Tapi, ada satu lubang besar yang memakan semua bagian jalan. Kendaraan cukup kesulitan. Karena lubang itu tidak hanya lebar tapi juga dalam.
“Sudah tak terhitung jumlah pengendara motor jatuh, akibat lubang ini,” kata Warga yang tinggal di tepi Jalan Hang Kesturi, Thomson Simarmata, Rabu (27/7).
Ia mengatakan 6 bulan lalu, pengendara motor meninggal di tempat. Kejadian itu saat malam hari. Kecelakaan ini akibat lampu penerangan yang tak maksimal, ditambah pengendara motor yang melaju cukup kencang.
“Terperosok masuk lubang, jatuh, kepalanya pecah,” ujar Thomson.
Lalu, ada juga yang jatuh dan jarinya putus. Dan terbaru ini, ada mobil truk membawa sparepart mesin pabrik jatuh akibat lubang tersebut.
“Lubang ini tepat dekat rumah saya, hampir tiap hari kami bantu orang yang jatuh,” tuturnya.
Apakah sudah ada pemerintah datang ke sini? Thomson mengaku tidak mengetahui, apakah pemerintah yang datang atau hanya orang yang sekedar bertanya-tanya saja. Sebab, sering orang datang memfoto dan bertanya-tanya kepada dia soal lubang tersebut.
“Kayak abang sekarang inilah orang datang. Tanya-tanya soal lubang ini, sudah berapa orang jatuh. Tapi yah gitu, mereka pergi. Setelah itu, tidak ada perbaikan,” ungkapnya.
Thomson mengatakan jalan ini merupakan akses utama untuk ke beberapa kawasan industri. Kendaraan-kendaraan berat yang membawa berbagai keperluan industri, kesulitan melewati jalan tersebut.
“Awalnya lubangnya kecil, tapi kendaraan yang lewat sini besar-besar. Lama-lama lubang itu menjadi besar, bertambah satu, dua hingga akhirnya sebanyak ini,” ujarnya.
Salah seorang pengguna Jalan Hang Kesturi, Iwan mengaku sangat tidak nyaman melewati jalan tersebut. Ia bekerja sebagai sopir yang membawa pekerja ke kawasan industri tak jauh dari jalan tersebut.
“Biasanya dari rumah karyawan ke PT (perusahaan), hanya memakan waktu setengah jam saja. Sejak ada lubang jalan ini, memakan waktu lebih banyak. Sebab harus pelan-pelan, jika tidak mobil bisa rusak,” ungkap Iwan.
Ia berharap pemerintah segera melakukan perbaikan jalan tersebut. Sebab, jika dibiarkan berlama-lama, dapat mengganggu ritme orang bekerja di kawasan industri tersebut.
“Sangat menghambat dan tidak nyaman,” tuturnya.
Pantauan Batam Pos, setiap kendaraan melewati lubang-lubang jalan ini mereka terpaksa memperlambat laju kendaraan. Apalagi kendaraan berat, betul-betul memastikan barang yang dibawa tidak jatuh.
Lubang paling besar di Jalan Hang Kesturi ini memiliki kedalaman yang berbeda-beda. Namun, sisi kanan hingga bagian tengah lubangnya kurang lebih dalamnya 50 centimeter. Sisi kiri tidak terlalu dalam. Menurut Thomson kenapa lubang di kiri jalan tidak dalam karena beberapa warga meletakan batu.
Setelah melewati lubang besar itu, pengendara harus melewati beberapa lubang kecil. Panjang jarak jalan yang rusak itu kurang lebih dua kali lapangan futsal. (*)
Reporter : FISKA JUANDA



