Rabu, 25 Februari 2026

Lumpur dari Bukit Timbun Puluhan Rumah di Batuampar, Warga Hadang Truk Perusahaan

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Puluhan rumah warga di Kavling Sei Tering, Kelurahan Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batuampar, Batam, Jumat (20/2) malam, tertimbun lumpur dan bebatuan yang diduga berasal dari aktivitas pemotongan bukit oleh salah satu perusahaan di sekitar lokasi. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Puluhan rumah warga di Kavling Sei Tering, Kelurahan Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batuampar, Batam, Jumat (20/2) malam, tertimbun lumpur dan bebatuan yang diduga berasal dari aktivitas pemotongan bukit oleh salah satu perusahaan di sekitar lokasi. Peristiwa tersebut terjadi saat hujan mengguyur kawasan itu, menyebabkan material tanah dari atas bukit meluncur deras ke permukiman warga.

Berdasarkan pantauan di lokasi, lumpur kuning bercampur batu menyelimuti hampir seluruh bagian rumah warga dengan ketinggian mencapai lutut orang dewasa. Kondisi itu membuat sejumlah penghuni rumah sempat terjebak di dalam, terlebih kejadian berlangsung pada malam hari saat sebagian warga tengah beristirahat.

Hingga Sabtu pagi, warga masih berjibaku membersihkan rumah masing-masing dari genangan lumpur yang mengendap tebal. Perabotan rumah tangga seperti lemari, kasur, sofa, hingga peralatan elektronik dilaporkan rusak akibat terendam lumpur. Kerugian materi diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

Sejumlah warga mengaku tak habis pikir atas kejadian tersebut. Mereka menilai aktivitas pemotongan bukit yang berada persis di samping permukiman menjadi pemicu utama turunnya lumpur. Namun, menurut warga, pihak perusahaan terkesan tutup mata dan belum menunjukkan tanggung jawab yang jelas atas dampak yang ditimbulkan.

Pagi itu, warga berkumpul di lorong perumahan untuk saling membantu membersihkan sisa lumpur. Di saat bersamaan, sebuah truk milik perusahaan datang bersama belasan pekerja. Kedatangan truk tersebut langsung memicu reaksi warga yang mempertanyakan langkah konkret perusahaan dalam menangani dampak bencana yang mereka alami.

Merasa tidak mendapatkan respons yang memadai, warga menghadang dan menghentikan paksa truk tersebut. Suasana sempat memanas ketika pekerja perusahaan terlihat hanya membersihkan tumpukan tanah dan batu di badan jalan, sementara rumah-rumah warga yang terdampak dibiarkan tanpa penanganan. “Tahan, tahan… hentikan truknya. Tunggu pihak perusahaan dialog dengan kita warga di sini, jangan langsung main bersihkan jalan,” teriak warga.

Ketua RW 7, Siti, dengan lantang menuntut pertanggungjawaban pihak perusahaan yang disebutnya sebagai PT Jutam. “Kami mau pihak perusahaan bertanggung jawab. PT Jutam itu, jangan kalian seenaknya saja. Warga kami yang jadi korban,” ujarnya.

Ia bahkan memperingatkan bahwa warga akan mengambil tindakan tegas jika tidak ada solusi. “Jika tak ada solusi, kami akan ambil tindakan dengan ini truk. Kami warga di sini butuh solusi, warga kami jadi korban,” tegasnya di hadapan massa yang didominasi kaum ibu.

Ketegangan antara warga dan pekerja perusahaan nyaris berujung bentrok sebelum akhirnya sejumlah perangkat kelurahan dan kecamatan bersama petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta aparat kepolisian turun ke lokasi.

Aparat berupaya menenangkan warga dan memfasilitasi dialog antara perwakilan perusahaan dan masyarakat. Hingga berita ini diturunkan, warga masih menunggu kepastian tanggung jawab dan solusi konkret atas kerusakan yang mereka alami. (*)

SALAM RAMADAN