
batampos – Kemacetan di ruas Mukakuning–Tembesi makin parah setiap sore. Ribuan kendaraan pekerja dan truk logistik menumpuk, membuat arus lalu lintas tersendat hingga lebih dari setengah jam.
Antrean biasanya mulai dari kawasan Dam sampai tanjakan Bukit Daeng. Jalur dua lajur tak mampu menampung padatnya kendaraan. Kondisi makin kacau jika ada truk mogok atau tak kuat menanjak.
“Kalau jam lima sore, bisa setengah jam lebih cuma untuk lewat jalur ini,” keluh Andi, pengendara yang setiap hari melintas.
Selain sempit, badan jalan juga bergelombang dan rawan kecelakaan. “Motor sering jatuh kalau hujan. Sudah macet, berbahaya pula,” timpal Karina, pengguna jalan lain.
Warga mendesak pelebaran jalan segera dilakukan hingga ke Tembesi, menyambung jalur lima lajur dari simpang Barelang. “Kalau lima lajur. Jalan jadi lebih lancar,” ujar Karina.
Kepala Dinas Bina Marga dan SDA Batam, Suhar, sebelumnya menyebut pelebaran jalan masuk prioritas jangka menengah Pemko. Namun, pelaksanaannya bergantung pada ketersediaan anggaran.
Ruas Mukakuning–Tembesi dinilai vital karena menjadi akses utama pekerja, logistik, hingga hinterland. Warga berharap realisasi tak lagi ditunda. (*)
Reporter: Eusebius Sara



