batampos – Kuliah di luar negeri nggak lagi jadi angan-angan! Banyak beasiswa exchange fully funded yang bisa diikuti. Nah, kali ini Zetizen bakal sharing bareng Putri Nabilah, awardee Indonesian International Student Mobility Awards atau IISMA 2021. Program Kemendikbudristek itu sudah membiayai lebih dari 1.000 mahasiswa tingkat S-1 untuk belajar di perguruan tinggi top dunia. Wah, gimana ya pengalaman Putri Nabilah selama satu semester kuliah di Belanda?

’’Aku selalu punya mimpi untuk ke luar negeri, eksplorasi, dan kenalan sama orang yang kebudayaannya berbeda denganku. Mimpi itu sempat tertahan karena kondisi ekonomi nggak memungkinkan. Doaku seakan-akan terjawab dengan adanya program ini. So, I’ll just give it a go,’’ tutur Putnab, sapaan akrabnya.
Putnab harus menyelesaikan beberapa tahapan sebelum dinyatakan lolos. Ada seleksi administrasi dan wawancara. Dia juga perlu mempersiapkan dokumen seperti English proficiency test, transkrip nilai, surat rekomendasi, dan esai atau motivation letter. Putnab bahkan kerap meminta bantuan kakak tingkat untuk merevisi esai yang dibuatnya.
’’Yang cukup sulit adalah ketika memilih universitas dan membuat esai. Aku berkonsultasi dengan dosen wali, kepala program studi, dan orang tua untuk memutuskan universitas dan negara mana yang nantinya aku tinggali,’’ jelas mahasiswa Universitas Airlangga itu.
Pilihannya jatuh pada University of Twente di Belanda. Sebab, World QS Ranking-nya cukup tinggi (Top 200) di dunia. University of Twente juga menyediakan beragam mata kuliah yang sesuai minat Putnab. Belanda juga masih memiliki hubungan sejarah dengan Indonesia sehingga banyak tempat yang ingin dikunjunginya.
’’Kuliah di sana ada 3–5 pertemuan dalam seminggu. Di luar kuliah,aku aktif mengikuti kegiatan kampus lain seperti klub olahraga dan komunitas debat tingkat universitas. Aku juga sering menghadiri kuliah umum karena selalu mengundang tamu terhormat seperti CEO dan orang yang menginspirasi lainnya,’’ ungkapnya.
Sesama awardee IISMA di sana juga sempat mengadakan Food Festival untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda, lho! Mereka mengenalkan makanan khas Indonesia ke mahasiswa lokal.
Saat weekend, Putnab nggak pernah absen mengeksplorasi tempat-tempat baru. Mulai museum, kincir angin, hingga negara tetangga. Dia mendapat banyak pengalaman menarik. Di antaranya, merasakan salju untuk kali pertama, naik kereta cepat, berinteraksi langsung dengan Pak Mayerfas dari Kedutaan Besar Indonesia di Belanda, hingga mengalami kejadian unik seperti ketinggalan kereta, terkena scam, dan nyasar.
Putnab berharap bisa mendorong informasi tentang kesempatan yang didapatnya dari beasiswa tersebut. Dia juga optimistis untuk menempuh studi lanjut di luar negeri dan berkontribusi pada kemajuan Indonesia. Kesempatan belajar sampai luar negeri mungkin hanya datang sekali seumur hidup. So, jangan sia-siakan masa mudamu, kawan! (elv/c12/lai)


Jangan asal pilih universitas dan mata kuliah! Research sebelum memutuskan negara, kampus, dan jurusan apa yang dipilih. Perhatikan juga persyaratan administrasi tiap universitas. Jangan ngotot memilih universitas yang nggak sanggup kamu penuhi persyaratannya seperti IPK dan English test.

Berjuang bersama lebih menyenangkan. Kamu bisa bergabung grup beasiswa atau ikut talk show seputar exchange. Jangan sungkan bertanya ke teman, kakak tingkat, dan juga awardee tahun sebelumnya. (elv/c12/lai)
![]()
” Bangganya Bisa Kuliah di Luar Negeri “
Reporter : Vany Aliffia
Editor : Agnes Dhamayanti
Belajar di luar negeri adalah salah satu keputusan terbesar dan terbaik dalam hidup. Karena lulusan luar negeri memiliki prestise dan nilai tersendiri. Apalagi kuliah diluar negeri menjadi salah satu pengaruh besar terhadap kesuksesan. Pastinya alasan – alasan ini akan menjadi sumber motivasi nantinya ketika menghadapi berbagai tantangan selama berkuliah. Nah apa aja sih motivasi kuliah ke luar negeri menurut pendapat dari teman – teman Zets? Yuk Simak! (*)

Andy Wijaya Kusuma
Politeknik Negeri Batam
@andyk_09
Memiliki sebuah mimpi adalah salah satu motivasi terbesar agar terus semangat dalam menjalankan apapun, termasuk untuk bertahan hidup ketika belajar diluar negeri. Motivasi yang bisa dilakukan adalah harus memiliki life plan yang jelas. Kamu juga harus memiliki beberapa alasan yang jelas kenapa lebih memilih keluar negeri daripada didalam negeri, alasan tersebut akan menuntut kita untuk memiliki rencana hidup yang jelas. Kemudian belajar diluar negeri ini bisa memiliki kesempatan traveling ke negara lain dengan menggunakan biaya sendiri, paspor atau visa berarti akan semakin mudah akses untuk traveling ke negara lain. (*)

Tegar Satria Buana
Politeknik Negeri Batam
@tegar_satria11
Pengalaman hidup akan banyak didapat dan akan dikenang selamanya. Pastinya akan mempunyai banyak rintangan dan perjuangan yang dihadapi selama di negara orang. Namun kita akan mendapatkan kesempatan amat sangat berharga sehingga pengalaman tersebut akan dikenang selamanya. Selain itu, dapat menyaksikan budaya lokal secara langsung. Hal ini akan menjadi motivasi, karena menjadi salah satu keuntungan besar yang akan didapatkan dengan menyaksikan secara langsung budaya lokal di tiap negara yang akan kamu tinggali. (*)

Nola Reallyfine
Politeknik Negeri Batam
@nola_rlyfin
Motivasi keluar negeri akan memanfaatkan les bahasa asing selama 24 jam karena selama di sana mau tidak mau harus berkomunikasi dengan bahasa mereka dan hal ini akan menjadi pecut terbaik agar belajar bahasa mereka lebih giat, Selain itu, kita akan memiliki banyak teman multikultur dengan latar belakang negara, ras yang berbeda-beda. Motivasi lainnya adalah membuat lebih dewasa dan percaya diri. Dengan hal ini personalitimu akan berkembang dan akan menjadi dewasa karena harus menyesuaikan diri di lingkungan baru serta mejadi pribadi yang lebih percaya diri minimal dari cara berkomunikasi dan bergaul. (*)



