
batampos – Pemerintah Kota (Pemko) Batam mengajak masyarakat untuk menyemarakkan Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadis (MTQH) XXXIV Tingkat Kota Batam Tahun 2026 yang akan digelar pada 10 hingga 16 April 2026.
Pembukaan MTQH dijadwalkan berlangsung di Dataran Engku Putri, Batam Center, pada Jumat (10/4) malam. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang syiar Islam, tetapi juga sarana pembinaan generasi Qur’ani di Kota Batam.
Sejumlah rangkaian acara telah disiapkan untuk memeriahkan pembukaan, termasuk kehadiran publik figur religi, Syakir Daulay, yang dijadwalkan tampil dalam acara tersebut.
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengajak masyarakat untuk hadir bersama keluarga dan turut mendukung para peserta.
”Mari kita ramaikan dan sukseskan MTQH XXXIV Kota Batam. Hadir, saksikan, dan dukung para peserta terbaik dalam syiar Al-Qur’an,” ujarnya.
Baca Juga: Harga Plastik Naik, Amsakar: Kertas Bisa Jadi Alternatif
MTQH XXXIV diikuti sebanyak 609 peserta dari 12 kafilah se-Kota Batam. Para peserta akan berlaga dalam berbagai cabang, antara lain seni baca Al-Qur’an, qira’at, hafalan, tafsir, fahmil Qur’an, syarhil Qur’an, kaligrafi, hingga karya tulis ilmiah Al-Qur’an. Kegiatan ini juga dimeriahkan dengan bazar dan lomba pendukung lainnya.
Sementara itu, menjelang pelaksanaan MTQH, Pemerintah Kota Batam telah melantik Dewan Hakim yang akan bertugas melakukan penilaian selama perlombaan.
Pelantikan dilakukan oleh Wali Kota Batam di Kantor Wali Kota Batam, Selasa (7/4). Dalam arahannya, Amsakar menegaskan pentingnya menjaga objektivitas dan profesionalitas dalam proses penilaian.
“Dewan hakim bukan sekadar pemberi nilai, tetapi memiliki peran penting dalam menjaga marwah MTQH dan menghidupkan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat,” katanya.
Ia meminta seluruh Dewan Hakim berpegang pada norma, standar, prosedur, dan kriteria yang telah ditetapkan. Menurutnya, integritas menjadi kunci utama untuk menghasilkan peserta terbaik.
“Penilaian harus murni berdasarkan kemampuan peserta, tanpa intervensi dan tanpa subjektivitas,” tegasnya.
Amsakar berharap, melalui proses yang profesional, MTQH mampu melahirkan qari, qariah, hafiz, hafizah, mufasir, hingga muhaddis yang dapat bersaing di tingkat provinsi maupun nasional.
Ia juga mengingatkan panitia untuk memastikan kesiapan pelaksanaan, termasuk melakukan evaluasi dari kegiatan sebelumnya agar penyelenggaraan tahun ini lebih baik.
“Kita ingin MTQH ini tidak sekadar menjadi agenda rutin, tetapi mampu memperkuat syiar Islam dan identitas Batam sebagai kota madani,” ujarnya.
Di akhir, Amsakar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan MTQH XXXIV agar berlangsung semarak dan memberikan dampak spiritual yang luas.(*)



